Penangkapan Dandhy Dwi Laksono Dikecam, Jauh dari Sitem Demokrasi

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Jum'at 27 September 2019 05:17 WIB
https: img.okezone.com content 2019 09 27 338 2109906 penangkapan-dandhy-dwi-laksono-dikecam-jauh-dari-sitem-demokrasi-3HXqk4Iu5l.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Jurnalis sekaligus sutradara film Sexy Killers Dandhy Dwi Laksono ditangkap oleh Polda Metro Jaya. Koalisi NGO HAM Aceh Mengecam penangkapan Dhandy dwi Laksono oleh pihak kepolisian.

“Ini menandakan bahwa negara ini anti kritik dan jauh dari sistem demokrasi yang di anut Indonesia,” ujar Kepala Divisi Kampanye Koalisi NGO HAM Aceh, Verri Al-Buchari kepada wartawan, Jumat (27/9/2019).

Kronologi penangkapan Dandhy yang diunggah YLBHI (Foto: Twitter)

Verri memandang, seharusnya kritik-kritik yang disampai oleh Dandhy di berbagai media sosial harus dipahami oleh negara sebagai bentuk masukan-masukan yang harus diperbaiki oleh Negara untuk memulihkan situasi keamanan Papua saat ini.

“Masalah Papua adalah permasalahan bangsa jadi sangat wajar setiap anak bangsa menyampaikan pandangannya dengan berbagai cara,” katanya.

Dia meminta untuk semua pihak dapat menyikapi pandangan Dandhy dengan baik. “Jadi Negara tidak boleh baperan dalam menyikapi bebagai pandangan dan pendapat,” tegasnya.

Baca Juga : Polda Metro Dikabarkan Tangkap Dandhy Dwi Laksono Pembuat Film 'Sexy Killer'

Sebagaimana diketahui Penyidik Polda Jaya Metro Jaya diketahui menangkap Dandhy saat sedang berada di rumahnya di Pondokgede, Bekasi pada Kamis, 26 September 2019 malam.

Polisi menangkap Dhandy karena cuitannya soal Papua yang diduga telah menimbulkan rasa kebencian, permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan suku, agama, ras dan antargolongan (SARA). Polisi menjerat Dandhy dengan Undang-undang Informasi Transaksi dan Elektronik Pasal 28.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini