nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Paripurna Pelantikan Pimpinan DPRD Depok Diwarnai Kegaduhan

Wahyu Muntinanto, Jurnalis · Jum'at 27 September 2019 21:02 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 27 338 2110240 paripurna-pelantikan-pimpinan-dprd-depok-diwarnai-kegaduhan-x3KhdiKvnA.jpg Paripurna pelantikan pimpinan DPRD Depok (foto: Okezone.com/Wahyu)

DEPOK - DPRD Kota Depok menggelar rapat Paripurna dalam rangka pelantikan dan pengambilan sumpah unsur pimpinan, dan wakil pimpinan DPRD Depok masa jabatan 2019-2024 di warnai kegaduhan.

Kegaduhan bermula ketika Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Ikravany Hilman meminta Sekretaris Dewan (Sekwan) Zamrowi untuk klarifikasi terkait pemberitaan yang dirasa Ikra menyudutkan anggota dewan.

“Kami minta Pak Sekwan untuk mengklarifikasi hal tersebut kepada kami disini, kalau memang pernyataan tersebut tidak benar, sampaikan ke media yang sama dan adukan ke Dewan Pers,” ujar Ikra saat intrupsi di Ruang Paripurna, Gedung DPRD Kota Depok, Kota Kembang, Grand Depok City, Jumat (27/9/2019).

Perlu diketahui sebelumnya, DPRD Kota Depok masa jabatan 2019-2024 belum melaksanakan aktivitas sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah di Kota Depok. Sejak dilantik 3 September 2019 hingga sekarang, tak satu pun dari mereka terlihat di gedung wakil rakyat. Ruangan yang diperuntukkan bagi 50 DPRD, terlihat kosong karena tak terisi para wakil rakyat.

 depok

Padahal sesuai Peraturan Pemerintah atau PP Nomor: 12 Tahun 2018, DPRD wajib melaksanakan kegiatan sehari setelah pelantikan. Sekretaris Dewan DPRD Kota Depok Zamrowi mengakui, jika 50 DPRD yang baru dilantik tertanggal 3 September 2019 tersebut belum melaksanakan aktivitasnya.

"DPRD baru belum melaksanakan kegiatan. Hal itu karena belum terbentuknya alat kelengkapan dewan," kata Zamrowi di Gedung DPRD Kota Depok, Selasa 24 September 2019.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPRD dari Fraksi Golkar, Tajudin Tabri turut serta mengajukan interupsi. Dia meminta agar wartawan yang mewawancari Sekwan harus dihadirkan dalam rapat paripurna.

"Wartawan yang mewawancarai pak sekwan harus hadir. Jadi kalau wartawannya enggak ada percuma. Karena pak sekwan dah bicara. Memang yang pertama memunculkan berita ini saya. Paling keberatan dengan pernyataan pak sekwan. Tiap hari saya masuk. Catet nih," cetusnya dengan tegas.

Tak sampai disitu, interupsi juga datang dari salah satu anggota dewan dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan, Mazhab HM. Dia protes lantaran di mejanya tak tersedia microphone.

“Saya sangat kecewa dan merasa tidak dihargai, padahal saya anggota dewan terlama disini,” tutur Mahzab.

Setelah kegaduhan selama 30 menit, Sekwan DPRD Depok, Zamrowi menjawab segala tuntutan anggota DPRD.

“Demi Allah demi Rasullah saya tidak pernah memberikan pernyataan seperti itu di media massa,” jawabnya.

Ia juga meminta maaf atas tidak lengkapnya fasilitas anggota dewan dan akan menjadi perhatian. Menurut Zamrowi, ketiadaan microphone lantaran rapat kali ini mengagendakan pelantikan, artinya keempat anggota dewan yang menjabat sebagai ketua dan tiga wakilnya menduduki meja anggota dewan yang berada di bagian ruang tengah rapat paripurna.

"Meja tersebut adalah meja tambahan yang tak terpakai, karena biasanya di area itu hanya ada 46 anggota, empat lainnya biasanya duduk di depan," pungkasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini