nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sebelum Meninggal Satia Bocah Obesitas Bilang ke Ayah: Pak, Saya Sudah Tidak Kuat

Senin 30 September 2019 04:14 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 30 338 2110816 sebelum-meninggal-satia-bocah-obesitas-bilang-ke-ayah-pak-saya-sudah-tidak-kuat-ybSqUrpgNS.jpg Satia Putra semasa hidup (Foto: Sindonews)

KARAWANG - Suasana duka menyelimuti rumah kediaman Sarli, orangtua dari Satia Putra (7) bocah penderita obesitas yang meninggal dunia setelah mengalami sesak napas. 

Sejumlah keluarga, kerabat, dan warga datang silih berganti ke rumah duka di Dusun Cilempung, Kelurahan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, untuk melayat. Satia mengembuskan napas terakhirnya pada Sabtu 28 September 2019 malam.

Ayah Satia, Sarli menuturkan, sebelum meninggal dunia, anaknya sempat menjalani perawatan medis di klinik dekat rumahnya pada Jumat 27 September 2019 pagi. Satiya saat itu mengeluhkan sesak napas.

“Awalnya batuk-batuk. Terus Jumat sore dirawat dan diberi oksigen. Setelah itu pulang ke rumah,” katanya ditemui di rumah duka seperti dilansir dari iNews.id, Minggu (29/9/2019).

Baca Juga: Bocah 7 Tahun Berbobot 97 Kg Asal Karawang Dirujuk ke RSHS Bandung 

Setelah kondisi kesehatannya sempat membaik, kata Sarli, Satia kembali mengeluhkan sesak napas. “Saat itu juga, saya langsung bawa ke rumah sakit. Baru beres-beres caturnya mau dibersihin, sudah tidak ada (meninggal),” ucapnya.

Orangtua Satia 

Sarli mengungkapkan, beberapa saat sebelum meninggal, anaknya berucap sudah tidak kuat. “Dia bilang, pak saya mah sudah tidak kuat. Soalnya sakit banget. Siangnya padahal beli mainan naik motor. Saya bilang jangan banyak-banyak. Katanya sekali ini saja pak,” tutur Sarli.

Sebelumnya diberitakan, Satia Putra (7) bocah penderita obesitas asal Kampung Cilempung, Desa Pasirjaya, Kecamatan Cilamaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat harus tidur sambil duduk karena tidak bisa terlentang. Orangtua Satia bahkan harus membuatkan bangku khusus untuk anaknya agar bisa tidur nyaman.

Humas RSUD Karawang, Ruhimin mengatakan, Satia hanya bisa tertidur pulas dengan kondisi duduk dan ditemani bonekanya sebagai bantal. Sebelum meninggal, berat badan Satia terus bertambah hingga mencapai 110 kilogram. Akibat masalah berat badan itulah yang menyebabkan kondisi Satia kian memburuk.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini