Cerita Pelajar Ikut Demo, Terpengaruh Isu Medsos dan Tak Mengerti Isi Tuntutan

Hambali, Okezone · Selasa 01 Oktober 2019 01:02 WIB
https: img.okezone.com content 2019 09 30 338 2111261 diamankan-polisi-pelajar-dan-alumni-stm-ngaku-berdemo-karena-gengsi-qqQyASbcpr.jpg Foto: Hambali/Okezone

TANGSEL - Ratusan pelajar dan alumni dari Sekolah Teknik Menengah (STM) atau sederajatnya diamankan polisi dari sejumlah titik di Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Mereka diamankan lantaran berencana berangkat untuk berdemonstrasi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta. Sebagian akan ke lokasi dengan menaiki Kereta Rel Listrik (KRL), sedangkan yang lain menumpang di truk-truk yang melintas.

Namun upaya mereka gagal, polisi berhasil mencegatnya. Selanjutnya para pelajar dari beberapa wilayah itu diangkut dan dibawa ke Mapolsek Serpong untuk didata.

Total jumlah sementara yang diamankan adalah 84 siswa dari berbagai sekolah di Tangsel dan Bogor. Lalu ada pula 34 remaja yang berstatus alumni dan putus sekolah. Polisi lantas menggeledah isi tas dan perlengkapan yang mereka bawa.

Okezone berhasil mewawancarai beberapa siswa dan alumni yang diamankan petugas. Salah satunya berinisial M (18), asal sekolah di daerah Gunung Sindur, Bogor. Dengan polos dia mengatakan, tak tahu apa tujuan berdemo ke Jakarta bersama rekan-rekannya.

(Foto: Hambali/Okezone)

"Saya kurang tahu sih kalau soal tuntutan demo, saya ikut-ikutan saja karena di grup-grup (medsos) kan ramai, katanya bakal ada aksi gabungan pelajar dan mahasiswa hari ini. Gengsi aja sih, jadi ikutan saja. Soalnya yang lain pada ikut, jadi saya ikutan juga," ujarnya saat meringkuk di halaman Mapolsek Serpong, Senin (30/9/2019) malam.

Sama halnya dengan remaja berinisial F (18), yang merupakan alumni STM Sasmita Pamulang. Remaja bertato itu menyebut jika rencana berangkat ke Jakarta murni spontanitas saja tanpa ada yang mengkoordinir. Gengsi dan gejolak ingin tampil menjadi alasan kuat dia berangkat bersama teman-temannya.

"Ikut-ikutan aja, soalnya di grup (medsos) ada info mau demo ke Jakarta. Sekarang nyesel juga sih," ucapnya di lokasi yang sama.

Begitupun pengakuan dari siswa SMP berinisial A (14), dia mengaku berniat pergi ke Jakarta karena diajak teman-temannya untuk bermain, bukan berdemonstrasi. Selepas jam sekolah, dia lantas bergabung bersama teman dari sekolah lain menuju Stasiun Rawa Buntu, Serpong.

"Saya enggak tahu mau demo, saya ikutan aja. Kan dikira mau main-main saja ke Jakarta, pas tahu mau demo itu waktu kumpul sama anak dari sekolah lain di dekat stasiun kereta. Akhirnya saya ikutan juga," tuturnya.

Petugas memisahkan posisi antara para siswa aktif maupun para alumni dan remaja putus sekolah. Masing-masing mereka diharuskan mengisi data terlebih dahulu. Sementara, pihak keluarga, orang tua, maupun guru dari sekolah asal telah datang menunggu untuk menjenguk.

"Ya kita enggak tahu tadi mau pergi ke mana, tahunya kan dia sekolah kayak biasa, enggak tahu mau ikutan demo. Tadi hubungi katanya di Polsek Serpong, dibawa karena mau demo," ucap salah satu keluarga pelajar yang datang ke Polsek Serpong.

Polisi akhirnya melepas para siswa dan alumni setelah perwakilan keluarga maupun guru berkomitmen memberi pengarahan. Mereka menandatangani pernyataan untuk tidak mengulangi kembali hal-hal tersebut di kemudian hari.

"Kita lakukan pembinaan, panggil orang tua, guru, setelah itu kita beri penjelasan mengapa mereka kita amankan kesini. Baru kemudian kita pulangkan," tegas Kompol Stephanus Luckyto Andri Wicaksono, Kapolsek Serpong.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini