nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Maju Pilkada Kota Tangsel, Putri Ma'ruf Amin Ingin Jadi Pemimpin Terbuka

Hambali, Jurnalis · Minggu 06 Oktober 2019 08:45 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 06 338 2113438 maju-pilkada-kota-tangsel-putri-ma-ruf-amin-ingin-jadi-pemimpin-terbuka-K5LReX2cax.jpg Siti Nur Azizah (kiri) menyerahkan formulir pendaftaran bakal cawalkot Tangerang Selatan di PSI (Okezone.com/Hambali)

TANGERANG SELATAN - Siti Nur Azizah sudah membulatkan tekadnya maju sebagai calon wali kota (cawalkot) di Pilkada Kota Tangerang Selatan 2020. Putri dari Wakil Presiden terpilih KH Ma'ruf Amin itu ingin menjadi pemimpin inklusif atau terbuka bagi semua kalangan jika terpilih nantinya.

Menurut Nur Azizah, inklusif dan kemaslahatan menjadi sarana dalam mewujudkan Kota Tangerang Selatan lebih maju dengan mengintegrasikan potensi-potensi yang dimiliki.

"Sesuai kaidah ushul fiqh menjadi pemimpin Tangsel yang inklusif , mewujudkan kota harmoni baik dinamika kehidupan keagamaannya, kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Tujuannya untuk kemaslahatan secara umum," kata Nur Azizah, Minggu (6/10/2019).

Baca juga: Putri Ma'ruf Amin Siap Maju di Pilwalkot Tangsel, Bagaimana Peluangnya?

Nur Azizah sudah mendaftarkan diri sebagai bakal cawalkot Tangsel 2020-2025 melalui Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang sedang membuka pendaftaran penjaringan cawalkot.

 Ilustrasi

Dia mendatangi Sekretariat DPC PSI Kota Tangerang Selatan di Cendana Residence, Pondok Benda, Pamulang, Sabtu 5 Oktober kemarin mengembalikan langsung formulir pendaftaran cawalkot yang sudah diisinya.

"PSI sejalan dengan tagline saya untuk membangun Tangsel yang lebih maju," katanya.

Baca juga: Siti Nur Azizah Putri Kiai Ma'ruf Amin Ungkap Alasan Maju di Pilkada Tangsel

Nur Azizah merupakan satu dari 28 bakal cawalkot Tangsel yang telah mendaftar ke PSI untuk maju di Pilkada Kota Tangsel 2020.

Sebelumnya Nur Azizah mengungkapkan kepercayaan dirinya maju Pilkada Kota Tangsel, salah satunya karena statusnya sebagai putri asli Banten.

"Secara pibadi bunda ini kan putri Banten, abah dan umi saya itu kan orang Banten asli. Kemudian juga, ini kan ada harapan dari banyak pihak terkait bagaimana memberi warna untuk dinamika proses demokrasi yang ada di Banten, yang akan dilaksanakan serentak tahun 2020 itu," ungkapnya.

"Sebagai putri Banten, dan merespon harapan semua pihak, ya bunda siap secara pribadi, Bismillah, Kalau keikutsertaan bunda itu bisa menjadi sebuah solusi, bisa menjadi jawaban dan harapan banyak pihak untuk bisa memberi kebermanfaatan untuk Banten, khususnya Tangsel yang lebih maju dan sejahtera," bebernya.

Di mata Nur Azizah, Kota Tangsel dianggap sebagai pemata. Sebutan itu, didasarkan pada potensi-potensi yang dimiliki di dalamnya, baik Sumber Daya Manusia (SDM), fasilitas dan infrastruktur, serta letaknya sebagai daerah penyangga Ibu Kota Jakarta.

"Semua bisa dilihat dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Tangsel masih tertinggi di Banten, jumlah profesor sangat banyak, terdapat kampus-kampus yang kelasnya bukan hanya nasional tapi juga internasional, di Tangsel juga terdapat kawasan yang menurut Kominfo itu layaknya sillicon valley, semua itu saya anggap sebagai permatanya Indonesia," tukasya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini