Perjudian Skala International di Apartemen Keuntungannya Sehari Rp700 Juta

Muhamad Rizky, Okezone · Selasa 08 Oktober 2019 18:29 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 08 338 2114394 perjudian-skala-international-di-apartemen-keuntungannya-sehari-rp700-juta-WNMtv0M2zg.jpg Ilustrasi (Dok. Okezone)

JAKARTA - Polisi membongkar kasus perjudian skala internasional di Apartemen Robinson lantai 29, Penjaringan, Jakarta Utara. Sebanyak 133 orang yang tergabung dalam klub RBS29 tersebut ditangkap.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan kasus tersebut terbongkar karena adanya aduan warga bahwa adanya perjudian dikawasan itu. Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan menggrebek lokasi tersebut.

"Info ini kita tindak lanjuti. Kemarin Minggu 6 Oktober jam 18.30 tim Jatanras naik ke lantai ini terus dilakukan penggerebegan. Kemudian pada saat anggota datang pemain sedang main, karyawan sedang kegiatan di tempat masing-masing," kata Argo di lokasi perjudian, Selasa (8/10/2019

Ilustrasi

Argo menyebut tempat perjudian itu dikelola secara rapih. Masing-masing pengelola memiliki peranan mulai dari penanggungjawab harian, penanggungjawab setiap permainan, kasir, dan pencatat. Total ada 4 permainan judi yaitu baccarat, paikiu, roullette, dan tashio.

"Setiap harinya keuntungannya sekitar Rp 700 juta. Kita masih akan lakukan pemeriksaan mendalam terkait ini," tutur Argo.

Baca Juga : Puan dan Kawan-Kawan Keliling Gedung DPR, dari Ruang Wartawan hingga Kantin

Adapun dari 113 orang yang dicokok kata Argo sebanyak 91 orang resmi ditetapka sebagai tersangka. Sementara, 42 orang lainnya masih berstatus sebagai saksi.

"Jadi ini yang kita amankan ada 133 orang, kemudian kita lakukan pemilahan kita lakukan pemeriksaan sehingga ada 91 yang kita jadikan tersangka. Sedangkan 42 menjadi saksi," ungkapnya.

Dalam kasus ini, polisi masih berupaya mengejar pihak-pihak lain. Sebanyak 7 orang ditetapkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Mereka adalah YS, SN, FD, AY, HN, MR, selaku penyandang dana, dan HS penanggungjawab operasional.

"Daftar DPO 7 orang. Mereka tidak diketemukan di sini, mereka penanggungjawab operasional dan penyandang dana," tuturnya.

Ia menambahkan, sejauh ini yang diamankan polisi baru sebatas karyawan yang berada di lokasi saat penggerebekan. Mereka biasa mendapat honor Rp 150-250 ribu per hari.

Dalam pengungkapan kasus tersebut, satu orang pemain ditemukan tewas lantaran nekat melompat dari lantai 29 ke lantai dasar karena kaget digrebek polisi.

"Memang ada yah 1 orang mungkin ketakutan atau apa yah ada yang lari pintu belakang sana, kemudian lompat jatuh ke bawah kita temukan meninggal dunia," jelasnya.

Dalam kasus ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya, uang tunai Rp200 juta, mesin penghitung uang, mesin gesek ATM, kalkulator, nota, buku rekening, ratusan telepon genggam dan lain sebagainya. Para tersangka dijerat dengan pasal 303 dan atau 303 bis KUHP tentang tindak pidana perjudian. Mereka terancam pidana maksimal 10 tahun penjara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini