nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Cinta Segitiga Sopir Angkot Berujung Maut

Wahyu Muntinanto, Jurnalis · Rabu 09 Oktober 2019 01:02 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 08 338 2114518 kisah-cinta-segitiga-sopir-angkot-berujung-maut-eODQeNX1w7.JPG Kapolresta Depok, AKBP Azis Andriansyah saat merilis kasus penikaman sopir angkot (Foto: Okezone.com/Wahyu Muntinanto)

DEPOK - Pedagang dan pengunjung pasar Palsigunung, Cimanggis Depok, Jawa Barat dihebohkan dengan penemuan mayat di area parkir pasar, pada Senin 7 Oktober 2019 sekira pukul 03.30 WIB.

Mereka kaget karena pada mayat yang sudah tertelungkup tersebut banyak mengeluarkan darah pada dada bagian kiri, diduga mayat itu korban pembunuhan.

Polisi pun datang melakukan olah TKP di lokasi. Belakangan diketahui mayat tersebut bernama Jimi Wijaya (32), seorang sopir angkot 112 jurusan Kampung Rambutan - Depok. Keterangan saksi dan rekaman CCTV pun memberi petunjuk siapa pelaku yang tega membunuh korban.

Tak kurang dari 24 jam pelaku tertangkap, ternyata Heru Saputra (34) rekan korban sesama sopir angkot. Dia ditangkap bersama pacarnya Desi Natalia di Jalan Raya Lenteng Agung, Jagakarsa saat sedang makan nasi uduk.

Kapolresta Depok, AKBP Azis Andriansyah mengatakan, setelah penangkapan dan penyidikan terhadap pelaku, penyidik Polsek Cimanggis menetapkan Heru Saputra menjadi tersangka.

Pisau Barbuk Penusukan

Menurut pengakuan tersangka, ternyata penusukan terhadap korban dilatarbelakangi rasa cemburu, karena secara diam-diam korban menyimpan suka terhadap kekasihnya Desi Natalia.

"Tersangka (Heru) mengakui ada masalah pribadi khususnya yaitu masalah asmara. Antara mereka bertiga. Tapi karena korban suka dengan pelaku dengan dalih supaya mengingatkan," kata Azis kepada wartawan di Mapolresta Depok, Selasa (8/10/2019).

Awalnya, korban datang ke kosan tersangka yang tak jauh dari Pasar Palsigunung. Saat itu, tersangka sedang bersama pacarnya di kamar kos. Namun, korban datang dengan cara mendobrak pintu kamar kos.

"Maksud kedatangan korban ke kosaan pelaku hanya mengingatkan tersangka agar memulangkan Desi Natalia. Wanita itu memang tinggal bersama pelaku di kamar kos tersangka," ucap Azis menirukan omongan tersangka.

Sepertinya ucapan korban membuat tersangka naik pitam dan keduanya terlibat cekcok hingga tersangka mencabut pisau sangkur miliknya dan menikam dada kiri korban hingga menembus jantung. Korban yang sudah tertusuk sempat kabur melewati jalan setapak sampai area parkir Pasar Pal hingga akhirnya kehabisan darah dan tewas di lokasi.

"Korban ditusuk di titik vital organ tubuh korban dan lari sambil merasa kesakitan dan mengeluarkan darah. Karena kehabisan darah korban akhirnya meninggal dunia," tandasnya.

Atas perbuatannya, penyidik menjerat pelaku dengan Pasal 351 KUHP ayat 3 tentang Penganiyaan yang menyebabkan hilangnya nyawa orang lain dan Pasal 388 KUHP dengan ancaman 15 tahun kurungan penjara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini