nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pengembang Apartemen Robinson yang Ada Kasino Adalah PT Putra Mas Simpati

Fadel Prayoga, Jurnalis · Rabu 09 Oktober 2019 14:44 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 09 338 2114762 pengembang-apartemen-robinson-yang-ada-kasino-adalah-pt-putra-mas-simpati-Z5DegvLqq9.jpg Ilustrasi (Dok. Okezone)

JAKARTA - Wali Kota Jakarta Utara Sigit Wijatmoko menjelaskan, pengembang Apartemen Robinson di Jakarta Utara yang menyediakan fasilitas perjudian layaknya kasino itu bernama PT Putra Mas Simpati. Pengusaha rumah susun itu tercatat memiliki satu bangunan apartemen di kawasan Jakarta Utara.

"PT Putra Mas Simpati, itu developer Apartemen Robinson, dua tower 30 lantai setiap tower," kata Sigit kepada wartawan, Rabu (9/10/2019).

Belajar dari kasus itu, kata Sigit, pihaknya menginstruksikan Suku Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Jakarta Utara untuk lebih melakukan pengawasan terhadap setiap apartemen, agar memastikan mereka menjalani Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Nomor 132 tahun 2018 tentang Pembinaan Pengelolaan Rumah Susun Milik.

Polisi tangkap pelaku judi kasino di apartemen (Foto : Okezone.com/Rizky)

Implementasi yang dimaksud berkaitan dengan pembentukan Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS).

"Ini yang menjadi satu catatan penting buat kita. Makanya Pemkot sudah berkordinaasi dengan Dinas Perumahan supaya mengaplikasikan Pergub 132/2018 setiap rusunami harus diberntuk P3SRS," ujarnya.

Baca Juga : Apartemen Robinson Jadi Tempat Kasino, Anies Singgung Pergub Rusun

Dalam Pergub 132/2018, kata dia, setiap P3SRS mengatur pengelolaan ruang antara pihak pengembang dan penghuni. Sehingga, akan diketahui setiap gejala-gejala yang mencurigakan di dalam apartemen tersebut.

"Kan dalam Pergub 132 itu ada hak dan kewajiban. Pengelolaan ruang bersama, pengelolaan keberhasilan, jalan, fasilitas parkir, kamar, itu kan dikelola masyarakat melalui P3SRS," katanya.

Sebelumnya, polisi menangkap 133 orang terkait praktik perjudian di Apartemen Robinson, Penjaringan, Jakarta Utara. Di mana 133 orang itu, 91 orang ditetapkan sebagai tersangka.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, 91 orang yang berstatus tersangka memiliki peran yang berbeda-beda, dari penyelenggara hingga pemain. Para tersangka dijerat dengan Pasal 303 KUHP tentang Perjudian.

"Ada yang sebagai pengelola, artinya sebagai yang bertanggung jawab keseluruhan permainan, ada juga yang bertanggung jawab di setiap permainan. Ada juga yang bertindak sebagai kasir. Ada juga pencatat, ada semua," kata Argo, kemarin.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini