nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Diterpa Isu Pungli, Kepsek SMPN 4 Cuek Maju Pilkada Kota Tangsel

Hambali, Jurnalis · Rabu 09 Oktober 2019 16:25 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 09 338 2114820 diterpa-isu-pungli-kepsek-smpn-4-cuek-maju-pilkada-kota-tangsel-uSYz83zO0s.jpg Kepsek SMPN 4 Pamulang, Tangsel, Rita Juwita Daftar Jadi Calon Wali Kota Tangsel di DPC PPP Tangsel (foto: Okezone/Hambali)

TANGERANG SELATAN - Baru-baru ini ramai protes wali murid SMPN 4 Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel) yang kesal lantaran ijazah kelulusan putra-putrinya tertahan jika tak melunasi uang donasi dan pungutan liar (pungli) di sekolah.

Berawal dari kekesalan itu, lantas sejumlah wali murid kompak membeberkan banyaknya praktik dugaan pungli di SMPN 4. Dikatakan, jika pihak sekolah selalu berdalih jika pungutan tersebut merupakan hasil kesepakatan komite sekolah.

Baca Juga: Pungli Menyeruak di SMPN 4 Tangsel, Ijazah Siswa Tertahan Jika Tak Setor Donasi 

Kepsek SMPN 4 Rita Juwita Daftar Jadi Calon Wali Kota Tangsel di DPC PPP Tangsel (foto; Okezone/Hambali)

Alih-alih memberikan klarifikasi atas isu Pungli, Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 4 Rita Juwita justru menghindar dan sulit dikonfirmasi langsung di sekolah. Rita justru tiba-tiba muncul di kantor sekretariat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Bambu Apus, Pamulang, Selasa 8 Oktober 2019, kemarin. Dia mendaftar untuk maju dalam Pilkada Kota Tangsel tahun 2020.

Begitu pun dengan hari ini, Rabu (9/10/2019) siang, Rita hadir beserta timnya menggalang dukungan politik terkait pencalonannya di kantor DPC PPP di Jalan Parakan, Pamulang. Di sana dia menyatakan penuh percaya diri, bahwa sanggup membawa Kota Tangsel menuju kondisi yang lebih baik lagi.

"Saya menginginkan Kota Tangsel yang lebih baik, khususnya di sektor pendidikan dan olah raga," tutur Rita Juwita di kantor PPP.

Begitu disindir soal isu pungli di lingkup SMPN 4, sikap Rita spontan berubah. Dia hanya melontarkan sedikit kata, lalu pergi menuju mobilnya yang terparkir persis di depan kantor DPC PPP. Lagi-lagi, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Tangsel itu menolak mengklarifikasi secara utuh.

"Itu hoaks semua," jawabnya singkat.

SMPN 4 Tangsel (foto: Okezone/Hambali)	 

Wakil Koordinator Tangerang Public Transparency Watch (Truth), Jufry Nugroho menilai, sikap yang ditunjukkan Rita Juwita tak mencerminkan seorang pejabat publik. Di mana, menutup akses informasi berkaitan dengan jabatannya yang ingin diketahui publik.

"Sikap seorang pejabat publik seharusnya memberikan informasi secara terang benderang. Jika selalu menghindar, justru patut diduga ada yang disembunyikan. Konsekuensi pejabat publik ya menghadapi masyarakat. Kalau pun nanti terbukti tidak ada pungli, harusnya lebih terbuka," kata Jufry.

Dilanjutkan dia, dugaan Pungli yang dibeberkan wali murid SMPN 4 harus diungkap secara tuntas. Karena jika tidak, isu itu akan mendegradasi status sekolah yang dielu-elukan sebagai sekolah terbaik bertaraf internasional. Bahkan, kata dia, Pungli yang terjadi di SMPN 4 sangat mungkin diterapkan pula pada sekolah-sekolah negeri lainnya.

"Perlu tindakan tegas dari Kadisdikbud Tangsel untuk berani memanggil Kepsek SMPN 4, jika memang memiliki komitmen memberantas pungli. Jika perlu, audit seluruh sekolah negeri yang ada di Tangsel," tegas Jufry.

SMPN 4 Tangsel (foto: Okezone/Hambali)	 

Informasi yang dihimpun Okezone dari wali murid menyebutkan, jika sejak lolos seleksi masuk SMPN 4 para siswa telah diarahkan untuk menyetor uang donasi. Kisarannya, Rp1 juta, Rp5 juta, hingga Rp7 juta. Pihak sekolah beralasan, uang donasi diperuntukkan bagi kebutuhan dan perlengkapan belajar-mengajar.

Baca Juga: Dana BOS-BOSDa Minim Jadi Alasan SMPN 4 Tangsel Tarik Pungutan ke Siswa 

Selanjutnya, kembali dipungut uang kesejahteraan sebesar Rp300 ribu dari masing-masing siswa, uang komputer Rp50 ribu per bulan, uang perpustakaan Rp50 ribu per bulan, dan uang kas Rp5 ribu per minggu. Pungutan itu tertera dalam buku berwarna biru dengan logo komite sekolah berjudul "Sumbangan Peningkatan Mutu".

Sontak, isu Pungli yang diungkap wali murid membuat heboh banyak kalangan masyarakat. Apalagi diketahui, SMPN 4 merupakan sekolah dengan beragam prestasi. Hal demikian menambah deretan panjang praktik Pungli yang mencoreng dunia pendidikan di Kota Tangsel.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini