nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kasino di Apartemen Robinson, Bagaimana Disiapkan dan Bisa Terbongkar?

Kamis 10 Oktober 2019 08:09 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 10 338 2115043 kasino-di-apartemen-robinson-bagaimana-disiapkan-dan-bisa-terbongkar-04iYKSpLHh.jpg Pengungkapan kasus perjudian di Apartemen Robinson, Jakarta Utara. (Foto: Muhamad Rizky/Okezone)

POLDA Metro Jaya menggerebek lantai 29 Apartemen Robinson, Jakarta Utara, yang diyakini diam-diam diubah menjadi "kasino kelas kakap" dengan omzet harian mencapai Rp700 juta. Dalam penggerebekan yang dilakukan pada Minggu 6 Oktober 2019 malam, satu orang yang diduga pejudi panik dan loncat dari lantai 29.

Pemain tersebut, yang bukan penghuni apartemen, tewas di tempat. Polisi juga mengamankan 133 orang yang memiliki peran berbeda-beda dalam kasino.

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, dari 133 orang yang diamankan, 91 ditetapkan sebagai tersangka, sementara 42 berstatus saksi. Dari 91 tersangka, 42 diduga sebagai penyelenggara, 49 lainnya pejudi.

Saksi yang ditangkap diduga merupakan staf kasino seperti pembuat kopi dan minuman lain, yang menurut polisi dibayar Rp150 ribu hingga 250 ribu setiap harinya. Kelompok perjudian ini menamakan dirinya RBS 29, singkatan dari Apartemen Robinson Lantai 29.

"Mereka orang luar semua, bukan penghuni," ujar Argo, Rabu 9 Oktober 2019, seperti dikutip dari BBC Indonesia.

Berikut lima hal yang perlu diketahui tentang penggerebekan perjudian di Apartemen Robinson.

Baca juga: Pengembang Apartemen Robinson yang Ada Kasino Adalah PT Putra Mas SimpatiĀ 

Disiapkan Selama Dua Bulan

Menurut keterangan tersangka yang diperoleh oleh polisi, kasino ini telah dipersiapkan dua bulan, namun baru beroperasi selama dua hari sebelum digerebek pada hari ketiga.

Oleh penyelenggara perjudian, seluruh unit di lantai 29 dibongkar, termasuk sekat-sekat kamar yang memisahkan satu unit dengan unit lainnya, menjadi satu ruangan luas.

"Lantai 29 ada yang punya, dikontrak sama orang, lalu dibuat untuk usaha. Silakan saja kalau mau dikontrak, tapi malah dilakukan perjudian," kata Argo tanpa menyebutkan nama pemilik atau pengontrak lantai tersebut.

Pihak yang diduga sebagai penyelenggara judi juga menyewa lantai di atas 29, yang disebut polisi sebagai lantai 30, namun menurut satpam apartemen, sebenarnya rooftop. Jenis judi yang dimainkan antara lain baccarat, russian roulette, pai kiu, dan tashio.

Dari beberapa penghuni dan pegawai apartemen yang ditemui BBC Indonesia, mereka mengaku kaget mendengar kabar bahwa perjudian terjadi di Apartemen Robinson.

"Kaget pas tahu. Kita enggak tahu kalau di atas dibuat judi. Saya tahunya di atas sana kosong," kata Dandi Ilham, satpam yang baru bekerja selama dua minggu di apartemen tersebut. Ia bekerja saat penggerebekan terjadi.

Baca juga: Apartemen Robinson Jadi Tempat Kasino, Anies Singgung Pergub RusunĀ 

Penghuni lain bernama Ana yang tinggal di lantai 9, menyayangkan ada kejadian tersebut di apartemennya.

"Kaget lah karena saya kan jarang turun, jadi enggak mengerti. Di sini masing-masing unit dikunci semua, saya enggak tahu yang punya unit di lantai 29," katanya.

"Kita terganggu kalau banyak orang datang, apalagi judi kan dilarang pemerintah. Mana boleh sih?"

Di kasino ilegal ini, polisi menyita barang bukti seperti uang sebesar Rp200 juta, kelereng, dadu, domino, kartu, kalkulator, dan buku catatan.

Bagaimana Polisi Mendeteksi Kasino?

Menurut Argo, polisi mengetahui keberadaan kasino tersebut berdasarkan informasi dari penghuni yang curiga atas peningkatan aktivitas di apartemen.

"Pemain judi bukan dari penghuni apartemen. Di basement parkir, biasanya sepi dan tidak ada orang, tapi tahu-tahu ramai, banyak orang menggunakan lift," kata Argo.

Di apartemen yang dibangun pada 1996 ini, hanya tersedia empat lift bagi penghuni, salah satunya adalah lift barang.

Lift ini hanya cukup untuk delapan orang, sehingga sejumlah orang merasa lift ini terlalu ramai dalam beberapa hari belakangan, padahal biasanya lancar.

"Akhirnya polisi tanya sama orang-orang (yang tinggal di apartemen)," kata Argo, "Ada seorang teman pejudi yang memberi kita informasi."

Ilustrasi judi. (Foto: Okezone)

Siapa Pengembang Apartemen Robinson?

Apartemen Robinson dibangun oleh PT Putra Mas Simpati dan dihuni oleh sekira 200 orang yang tinggal di Tower A dan B. Ketika BBC Indonesia berusaha menghubungi nomor perusahaan seperti yang tertera di situs pencarian Google, telepon justru tersambung ke sebuah ruko yang berada di kompleks apartemen.

Dua nomor lain yang tercatat atas nama perusahaan tersambung ke sebuah perusahaan printer dan tidak terdaftar.

Apartemen ini sepertinya "bermasalah dari sisi keamanan". Saat BBC Indonesia berkunjung, terdapat pengumuman yang ditempelkan oleh Pemerintah Kota Jakarta di pintu lobi bahwa apartemen ini tidak memenuhi keselamatan kebakaran.

Tercatat Joko Widodo juga pernah melakukan inspeksi terhadap apartemen ini pada 2013 ketika masih menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta.

"Saya mau lihat kondisi apartemen. Fasilitasnya tidak terpenuhi, contohnya listrik. Kabel-kabelnya tidak pada posisi standar. Jelas berbahaya," kata Jokowi saat itu.

Kemudian saat itu basement apartemen yang seharusnya dipakai untuk tempat parkir justru diberi sekat-sekat dan dijadikan indekos. Fasilitas olahraga juga diubah menjadi tempat ibadah.

Siapa Penyandang Dana Perjudian?

Saat ini kepolisian sedang memburu tujuh orang yang diduga terkait dengan kasino ilegal ini. Mereka diduga bekerja sebagai penanggung jawab dan penyandang dana.

Saat ditanya apakah kasino tersebut bagian dari jaringan perjudian internasional, polisi mengatakan bahwa pihaknya sedang menelusuri kemungkinan itu.

"Ada tujuh orang masih diburu, termasuk penyelenggaranya. Penyandang dananya kita belum tahu," kata Argo, "Banyak yang tutup mulut. Kita sedang cek apakah ini terhubung ke luar negeri."

Salah seorang penghuni yang ditemui BBC Indonesia mengklaim bahwa penyelenggara judi "telah membayar ratusan juta ke oknum untuk perlindungan, namun oknum yang tidak mendapat jatah tersinggung sehingga kasino digerebek".

Menurut penghuni yang tidak mau menyebut namanya ini, salah seorang yang ditangkap "dimintai oknum uang puluhan dan ratusan juta untuk bisa keluar dari tahanan."

"Saya tinggal di sini, memang saya enggak tahu? Memang siapa yang berani buka perjudian kalau enggak kasih duit? Kan kasihan yang main judi, 130 orang diambil, satu orang minta ratusan juta baru boleh keluar. Ada yang kasih Rp50 juta, terus keluar," katanya.

Menanggapi hal ini, Argo mengatakan bahwa klaim itu bohong.

Apa Hukuman Bagi Perjudian di Indonesia?

Perjudian di Indonesia dikenai Pasal 303 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang Perjudian, dan siapa pun yang melanggar terancam hukuman penjara paling lama 10 tahun dan denda maksimum Rp25 juta.

Menurut Argo, ini baru pertama kalinya Polda Metro Jaya menggerebek perjudian di apartemen.

Polisi juga mengimbau masyarakat agar proaktif dalam melaporkan setiap aktivitas yang dirasa janggal di lingkungan tempat tinggalnya.

"Jumlah polisi terbatas, jadi tidak mungkin setiap apartemen dijaga polisi," ucapnya.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini