nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Serobot Jalur Sepeda Bisa Didenda Rp500 Ribu, Perhatikan Markah Jalannya

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Sabtu 12 Oktober 2019 21:10 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 12 338 2116173 serobot-jalur-sepeda-bisa-didenda-rp500-ribu-perhatikan-markah-jalannya-679DKweyxN.jpg Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat sedang menjajal melewati jalur sepeda (Foto: Ist)

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tengah melakukan uji coba penggunaan jalur sepeda di sejumlah ruas jalan Ibu Kota. Uji coba ini akan berlangsung hingga 19 November 2019, setelah itu bagi yang menyerobot ke jalur sepeda akan dikenakan denda Rp500 ribu.

Dasar hukum dari pemberlakuan aturan tersebut adalah Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Namun, markah jalur sepeda hanya berupa garis dianggap rentan untuk diserobot pengendara bermotor.

Baca Juga: Uji Coba Jalur Sepeda Sudirman-Fatmawati, Anies Ingin Warga Jakarta Lebih Bahagia

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo pun menjelaskan, pada markah jalur sepeda ada beberapa warna. Untuk markah solid yang berwarna putih adalah untuk menandakan di jalur tersebut adalah jalur sepeda.

“Kemudian markah hijau itu untuk mengingatkan seluruh pengendara apakah itu pesepeda atau pengendara motor, begitu melintasi, jalur hijau tersebut itu diperuntukan bagi sepeda saja. Sehingga mereka teringat untuk tidak melanggar jalur sepeda markah solid itu,” ujarnya di sela uji coba jalur sepeda Sudirman-Fatmawati, Sabtu (12/10/2019).

Anies uji coba jalur sepeda

Syafrin menambahkan, pemberian sanksi akan diberikan bila pengendara lain menyerobot ke jalur markah warna putih solid. “Begitu markah putihnya putus-putus itu bersama-sama..Itu mix traffic, tetapi begitu markah solid maka begitu ada pelanggaran, apakah roda empat atau dua ini langsung kita tetapkan pelanggaran dan kenakan pelanggaran tindak pidana ringan,” tuturnya.

Untuk jalur sepeda yang Jalan Sudirman, kata Syafrin, sepeda memang akan melewati trotoar karena tujuannya untuk keselamatan, keamanan dan kenyamanan bagi pengguna sepeda. Pihaknya juga akan melakukan sosialisasi, apakah akan diberi marka pembatas antara pejalan kaki dengan pengguna sepeda.

“Sehingga dalam melakukan aktivitas menjadi primadona,” tuturnya.

Sejauh ini, masih terus dilakukan pembenahan terhadap fasilitas jalur sepeda termasuk pembuatan markahnya. Pihaknya pun memastikan semuanya akan beres pada 20 November untuk bisa dioptimalkan jalur sepeda tersebut.

“Jadi mulai hari ini sampai 19 November akan dievaluasi. Kemudian, kita lengkapi fasilitasnya, tanggal 20 November semuanya sudah memenuhi standar untuk ditetapkan jalur sepeda oleh Pak Gubernur,” tuturnya.

Baca Juga: Anies Buat Jalur Sepeda Sepanjang 63 Km, Fase Pertama di Kawasan Ganjil-Genap

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini