nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tolak Mahar Politik, Bacawalkot Bagikan Air Zamzam saat Daftar Pilkada Tangsel Lewat PKB

Hambali, Jurnalis · Minggu 13 Oktober 2019 04:18 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 13 338 2116217 tolak-mahar-politik-bacawalkot-bagikan-air-zamzam-saat-daftar-pilkada-tangsel-lewat-pkb-76zqdGkGAJ.jpg Tomy Patria Edwardy maju Pilwalkot Tangsel 2020 lewat PKB. (Foto : Okezone.com/Hambali)

TANGERANG SELATAN – Ada yang unik saat pendaftaran Bakal calon wali kota (Bacawalkot) Tangerang Selatan (Tangsel) di kantor DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Bambu Apus, Pamulang, Sabtu (12/10/2019).

Salah satu calon, yakni Tomy Patria Edwardy, memberikan hadiah berupa satu dus air zamzam kepada panitia penjaringan bacawalkot Tangsel. Disebutkan, air zamzam sebagai pemberian istimewa ketimbang istilah mahar politik.

Tomy berniat maju dalam pilkada yang akan digelar pada 2020. Selain menjabat sebagai Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Tangsel, dia merupakan Lurah Cipayung, Ciputat.

Menurut Tomy, dia sengaja membawa seberat 5 kg air zamzam dan dibagikannya sepulang dari umrah ke Tanah Suci. Tujuannya selain dijadikan oleh-oleh, dia berharap ada keberkahan di dalamnya yang bisa dirasakan bersama.

Kantongi Restu Wiranto, Pejabat Kemenko Polhukam Maju Pilkada Tangsel (foto: Okezone/Hambali)

"Saya berdoa dan menangis di makam Rasulullah. Saya berdoa agar diampuni segala dosa saya. Saya juga bermunajat agar Kota Tangsel dijadikan kota yang sejahtera, lebih baik, adil, dan makmur. Air zamzam ini memang sengaja saya bawa. Ini saya bagikan juga ke sini," kata Tomy di lokasi.

Tomy termasuk calon yang menentang keras adanya budaya mahar politik. Ia menjelaskan, mahar politik bisa memupus habis peluang tampilnya figur-figur baru berkualitas. Sebab, mahar politik hanya bisa dilalui calon bermodal besar.


Baca Juga : Kantongi Restu Wiranto, Pejabat Kemenko Polhukam Maju Pilkada Tangsel

"Itu tidak mendidik. Kita ingin ke depan Kota Tangsel dipimpin mereka yang punya kapasitas. Kalau kemarin 2 periode pemimpinnya perempuan, gantianlah sekarang harus laki-laki," ucap Tomy.


Baca Juga : Gibran Maju di Pilwalkot Solo, PPP: Tak Ada Larangan Dinasti Politik

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini