nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sempat Sebut Hoaks, Pemkot Tangsel Klarifikasi Surat Edaran Bergamis Hitam

Hambali, Jurnalis · Senin 14 Oktober 2019 07:39 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 14 338 2116501 sempat-sebut-hoaks-pemkot-tangsel-klarifikasi-soal-surat-edaran-bergamis-hitam-2GJQcLLmxH.jpg Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie saat dikonfirmasi mengenai surat edaran wajib pakai gamis hitam setiap Jumat. (Foto: Hambali/Okezone)

TANGSEL – Pemerintah Kota Tangerang Selatan akhirnya mengklarifikasi soal surat edaran mengenakan baju gamis berwarna hitam setiap hari Jumat di lingkungan Kecamatan Ciputat.

Sebelumnya, baik Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie hingga Camat Ciputat Andi D Patabai, kompak menyebut surat itu hoaks. Namun setelah ditelusuri, rupanya keberadaan surat tersebut memang benar ada dan masih berupa draf menunggu tanda tangan serta stempel Kecamatan Ciputat.

Baca juga: Heboh! Pegawai Kecamatan Ciputat Diwajibkan Pakai Baju Gamis Hitam 

"Jadi itu surat mungkin dibuat oleh staf karena miskomunikasi antara staf dan Camat soal pembahasan mengenai pakaian khusus hari Jumat. Setelah dicek, ternyata beda, sehingga tidak jadi ditandatangani," kata Benyamin Davnie ketika berada di Kantor DPC PKB, Bambu Apus, Pamulang, Minggu 13 Oktober 2019.

Beredar surat edaran pegawai Kecamatan Ciputat wajib mengenakan pakaian gamis hitam setiap hari Jumat. (Foto: Ist)

Menurut dia, miskomunikasi yang dimaksud adalah ketika Camat Ciputat meminta agar pakaian petugas di ruang pelayanan yang sebelumnya terlihat transparan berwarna putih untuk diganti menjadi warna gelap. Namun salah satu stafnya salah memahami, sehingga akhirnya ditulis dalam surat perintah menjadi gamis hitam.

Baca juga: Camat Ciputat Tegaskan Surat Edaran Jumat Bergamis Hitam Hoaks! 

"Itulah kenapa tidak jadi ditandatangani, karena sudah ada peraturan yang mengatur mengenai pakaian dinas itu," imbuhnya.

Benyamin menerangkan, kini pihaknya telah memerintahkan inspektorat untuk turun mengecek bagaimana surat yang tidak jadi ditandatangani bisa tersebar luas ke media sosial. Jika ada unsur kesengajaan, maka dipastikan penyelesaiannya melalui jalur hukum.

Baca juga: Sekcam Ciputat: Edaran Jumat Bergamis Hitam Masih Draf 

Camat Ciputat Andi D Patabai tengah menerima kunjungan HTI di kantornya. (Foto: Ist)

"Saya sudah perintahkan inspektorat untuk investigasi hal ini. Apa sengaja atau tidak sengaja. Kalau ini adalah kesengajaan dengan niat-niat tertentu yang tidak baik, maka barang tentu kita laporkan," tegasnya.

Sebelumnya surat perintah bergamis hitam itu menjadi heboh di media sosial. Banyak komentar terkait kebijakan dalam surat yang ditujukan kepada pegawai perempuan di lingkungan Kecamatan Ciputat agar mengenakan gamis hitam setiap hari jumat. Meskipun, telah ada Perwal Nomor 22 Tahun 2014 tentang Pakaian Dinas PNS.

Baca juga: Camat Ciputat Bantah Surat Edaran Bergamis Hitam Terkait HTI 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini