nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

2 Tahun Anies Pimpin Jakarta, Ditinggal Sandi hingga Revitalisasi Trotoar 134 KM

Fadel Prayoga, Jurnalis · Rabu 16 Oktober 2019 13:18 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 16 338 2117635 2-tahun-anies-pimpin-jakarta-ditinggal-sandi-hingga-revitalisasi-trotoar-134-km-rcl4aXGXPk.JPG Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan (Foto: Fadel Prayoga/Okezone)

JAKARTA - Hari ini, Rabu (16/10/2019) tepat dua tahun yang lalu Anies Rasyid Baswedan diambil sumpah untuk menjadi Gubernur DKI Jakarta. Selama 730 hari menjadi orang nomor satu di Ibu Kota itu beragam perisitiwa dan prestasi sudah dilewati oleh mantan menteri pendidikan dan kebudayaan tersebut.

Ada kisah yang begitu meninggalkan bekas di mata Anies, yaitu ketika Sandiaga Uno memilih meninggalkan kursi jabatan wakil gubernur untuk mencari peruntungan di Pilpres 2019 sebagai cawapres Prabowo Subianto pada 9 Agustu 2018 lalu. Sebelum berpisah, keduanya dengan mata berkaca-kaca berpelukan di dalam sebuah ruangan

Namun, keberuntungan belum jatuh kepada pria yang karib disapa Sandi itu. Sebab, dia harus mengakui keunggulan pasangan Jokowi-Ma'ruf dalam perhelatan tersebut.

Kini pesta demokrasi telah selesai, tapi Anies tetap menjalani roda pemerintahan di Ibu Kota sebatang kara tanpa ditemani seorang pendamping alias jomblo. Partai Gerindra dan PKS yang merupakan parpol pengusung Anies-Sandi di Pilkada DKI masih belum ada titik temu ihwal nama cawagub yang akan diajukan dalam rapat paripurna.

Kedua partai itu sebelumnya sudah menyepakati dua nama cawagub yaitu Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu. Tapi kenyataannya hingga kini dua nama nama itu masih belum juga diajukan ke DPRD karena tata tertib pemilihan wakil gubernur DKI Jakarta belum rampung disusun.

Anies "Alergi" Wartawan

Anies mempunyai tabiat baru dalam meladeni wartawan yang ada di Balai Kota DKI Jakarta. Hal itu dirasa oleh sekelompok jurnalis yang biasa ngepos di lokasi terkesan seorang gubernur yang menjaga jarak dengan keberadaan para media.

Pasalnya, kerap kali tim media humas Pemprov DKI Jakarta kurang terbuka dengan agenda sehari-hari Anies. Contohnya, kegiatan Anies itu selalu tercantum di web beritajakarta.id. Namun, dalam dua minggu terakhir ini hampir sudah tidak pernah ada jadwal Anies yang disebar kepada awak media.

Anies-Sandiaga

Agenda Anies tidak disebar ke para wartawan bukan berarti dia tak ada acara kemana-mana. Sebab, tiba-tiba penampakannya muncul di akun media sosial pribadinya tanpa sepengetahuan jurnalis Balai Kota. Dia kerap menghadiri sebuah acara, mengecek lokasi revitalisasi trotoar, naik sepeda mengecek perkembangan sterilisasi jalurnya dan lainnya.

Hal itu membuat para jurnalis yang diplot bertugas di Balai Kota menjadi sasaran kemarahan dari kantornya dengan tudingan menyembunyikan agenda hingga malas kerja karena tak meliput kegiatan Anies. Padahal, perilaku Anies yang terkesan "alergi" dengan insan media yang membuat dia hanya membutuhkan media sosial untuk mempublikasikan kinerjanya.

Seharusnya, Anies tetap bisa menghargai kerja para jurnalis yang ada di Balai Kota. Sebab, dengan sikapnya yang selalu tertutup seperti itu membuat kerja-kerjanya dalam dua tahun terakhir ini kurang tersampaikan ke masyarakat luas.

Revitalisasi Trotoar 134 kilometer

Di balik kisah semua itu, ada kerja Anies yang sudah dihasilkan ke Jakarta. Selama masa jabatannya itu, ia telah mengeluarkan kebijakan untuk merevitalisasi trotoar di beberapa ruas jalan sepanjang 134 kilometer.

"Angka ini ditargetkan akan terus meningkat pada tahun 2020, di mana telah disiapkan revitalisasi trotoar sepanjang 47 kilometer dengan anggaran optimal hingga 1,1 triliun rupiah," kata Anies di Balai Kota, Jakarta Pusat, kemarin.

Anies juga mengklaim pengguna bus Transjakarta mengalami peningkatan selama dirinya menjadi orang nomor satu di Ibu Kota selama dua tahun. Ia menjelaskan, sejak 2004 hingga 2017 jumlah rata-rata penumpang yang menggunakan Transjakarta berkisar 300.000 orang.

"Pada 2019, jumlah rata-rata penumpang naik dua kali lipat, berkisar 641.000 penumpang per hari," ujar Anies.

Di bidang transportasi, Pemprov DKI Jakarta dengan serius melakukan penyempurnaan atas integrasi antarmoda. Hal ini salah satunya dilakukan dengan peningkatan jumlah rute Transjakarta, dari 109 di tahun 2017 bertambah jadi 220 rute di tahun 2019. Jumlah armada juga bertambah dari 2.380 di tahun 2017, menjadi 3.548 armada di tahun 2019.

Bus Transjakarta

Sementara, untuk memastikan pemeratan kesejahteraan warga, Pemprov mengerjakan beberapa program yang terintegrasi. Dalam hal pengadaan rumah layak dan terjangkau, pada tahun 2019 rumah DP 0 Rupiah di Nuansa Pondok Kelapa selesai dibangun dengan jumlah sebanyak 780 unit.

Dengan kisaran harga cicilan Rp1,1 - 2,2 juta per bulan selama 20 tahun, warga sudah bisa mendapatkan rumah untuk tipe studio, 1 kamar maupun 2 kamar. Fasilitas yang tersedia di Rumah DP 0 Rupiah ini juga terbilang lengkap, terdiri dari lift, taman, ruang ibadah, ruang terbuka, parkir penghuni dan layanan bus Transjakarta.

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta memperkenalkan enam jenis Kartu Kesejahteraan dalam dua tahun terakhir. Pertama, adalah Kartu Jakarta Pintar ( KJP ) Plus yang memberikan dana pendidikan sebesar Rp250.000 – Rp450.000 per bulan, sesuai jenjang pendidikan. Progam ini telah diterima oleh 860.397 siswa di tahun 2019.

Kedua, adalah Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul ( KJMU ) yang memberi dana pendidikan bagi mahasiswa sebesar Rp.9juta/semester. Para penerima kartu ini terdiri dari 5.061 mahasiswa di 90 PTN.

Ketiga adalah Kartu Pekerja Jakarta ( KPJ ) yang memberikan manfaat untuk naik bus Transjakarta gratis, mendapat pangan bersubsidi, jadi peserta JakGrosir, dan anak pemilik KPJ otomotis memperoleh KJP Plus. Adapun penerima kartu ini per tahun 2019 adalah 17.934 pekerja. Keempat adalah Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta ( KPDJ ) yang memberikan manfaat finansial sebesar Rp300.000/bulan dan telah diterima oleh 7.137 orang.

Kelima adalah Kartu Lansia Jakarta ( KLJ ) yang memberikan manfaat finansial sebesar Rp600.000/bulan dan telah diterima oleh 40.419 lansia per tahun 2019.

Dalam bidang Pangan Murah, pemegang kartu bantuan sosial DKI bisa mendapatkan panganan senilai Rp350 ribu di pasar dengan hanya membayar sebesar Rp126 ribu. Adapun produk pangan yang disubsidi berupa: beras Rp30.000/5kg; daging sapi Rp35.000/kg; telur ayam Rp10.000/tray; daging ayam Rp8.000/ekor; ikan kembung Rp13.000/kg; susu Rp30.000/karton.

Demo Guru

Anies juga memperhatikan guru pendidikan usia dini (PAUD). Sampai bulan September 2019, sudah 5.702 guru yang menerima dana hibah dengan besaran Rp. 500 ribu per orang per bulan. Pemprov DKI Jakarta juga telah menganggarkan Rp40,3 miliar di APBD-Perubahan

Dalam hal Penggratisan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Pemprov DKI Jakarta memiliki program untuk membebaskan pajak bumi dan bangunan (PBB) bagi guru, pensiunan ASN, pensiunan TNI/Polri, pahlawan kemerdekaan dan mantan Presiden/Wakil Presiden. Hingga bulan September 2019 sudah ada 19.929 objek pajak yang digratiskan PBB-nya dengan nilai Rp180,4 miliar.

Adapun program pembebasan PBB untuk guru, pensiunan PNS dan purnawirawan TNI/Polri ini berlaku sampai 2 generasi di bawahnya, sedangkan untuk pahlawan serta penerima bintang tanda jasa dari Presiden, berlaku hingga 3 generasi di bawahnya.

Sementara itu, untuk meningkatkan aksesibilitas Kepulauan Seribu, dalam dua tahun ini Pemprov DKI Jakarta telah menambah armada kapal antarpulau sejumlah enam unit kapal cepat fiber speedboat.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini