nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Alasan Ibnu Rahim Pesinetron "Madun" Pilih Jadi Pengedar Narkoba

Hambali, Jurnalis · Kamis 24 Oktober 2019 17:57 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 24 338 2121322 ini-alasan-ibnu-rahim-pesinetron-madun-pilih-jadi-pengedar-narkoba-hE8nzQlLb9.jpg Ibnu Rahim saat gelar perkara (Foto: Okezone/Hambali)

TANGERANG SELATAN - Polisi meringkus Ibnu Rahim (19) pesinetron "Madun", beserta seorang kurirnya, Arif Budianto (27). Dari tangan keduanya, diamankan paket sabu seberat 1,06 gram dan 5 butir pil ekstasi.

Ibnu Rahim dan kurirnya diringkus Satuan Narkoba (Satnarkoba) Polres Tangerang Selatan (Tangsel), di pinggir jalan Jati Baru Raya, Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu 23 Oktober 2019, sekira pukul 19.00 WIB. Ketika itu, Ibnu tengah mengambil paket narkoba pesanannya dari Arif.

Saat polisi memberikan keterangan pers di Mapolres Tangsel, Kamis (24/10/2019), Ibnu Rahim nampak memerlihatkan wajah datar. Seolah menyesal, namun seringkali Ibnu justru tertawa dengan setengah berbisik kepada temannya, Arif.

Ibnu Rahim

Ibnu mengenakan baju tahanan berwarna oranye dengan nomor 53. Tangan sebelah kirinya dalam kondisi terborgol, melekat dengan tangan kanan Arif yang berdiri tepat di sebelahnya. Potongan rambutnya pun menampilkan ciri khas tersendiri, yakni keriting menjulang ke atas atau biasa disebut Mohawk.

Dihadapan polisi, Ibnu sempat diperkenankan menjawab sedikit pertanyaan wartawan. Dia pun membeberkan alasan, kenapa memilih menjadi pengedar narkoba selama sekira satu tahun lebih.

"Saya menyesal, saya minta maaf kepada keluarga. Saya menjalani ini karena sudah tidak ada kegiatan dan program syuting," ungkapnya sambil setengah menunduk.

Baca Juga: Pesinetron "Madun" Ibnu Rahim Ditetapkan sebagai Pengedar Narkoba

Petugas menjerat Ibnu dan seorang kurirnya, Arif, dengan status pengguna sekaligus pengedar narkoba. Saat diamankan, Ibnu sempat melawan dengan menolak diamankan petugas, bahkan dikatakan pula bahwa Ibnu berusaha membuang handphonenya guna menghilangkan barang bukti.

"Sempat melawan, jadi nggak mau kita amankan. Handphonenya juga sempat dibuang, tapi berhasil kita sita," ujar Iptu Edy Suprayitno, Kasatnarkoba Polres Tangsel.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini