nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jalur Puncak Macet Panjang, Uji Coba Kanalisasi 2-1 Dihentikan Sementara

Putra Ramadhani Astyawan, Jurnalis · Minggu 27 Oktober 2019 20:32 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 27 338 2122403 jalur-puncak-macet-panjang-uji-coba-kanalisasi-2-1-dihentikan-sementara-GDu06dip8w.jpg Uji coba sistem kanalisasi 2-1 di Jalur Puncak. (Foto : Okezone.com/Putra Ramadhani Astyawan)

BOGOR – Uji coba sistem kanalisasi 2-1 di Jalur Puncak, Bogor, masih berantakan. Belum mencapai batas waktu yang ditentukan, polisi terpaksa menggunakan diskresi dengan memberlakukan sistem oneway karena lalu lintas mengalami kemacetan panjang.

Kasatlantas Polres Bogor, AKP Fadli Amri mengatakan, uji coba ini awalnya berjalan kondusif dengan membuka dua lajur menuju Puncak mulai pukul 06.00 WIB hingga 12.00 WIB. Namun semakin siang, arus kendaraan dari arah Puncak menuju Jakarta yang hanya dibuka satu lajur mengalami kemacetan.

"Menjelang siang hari, kendaraan mengarah turun, padat. Terpantau pukul 13.30, antrean tembus sampai Puncak Pass. Kalau dipaksakan, masyarakat yang ke Jagorawi (Puncak menuju Jakarta) bisa sampai tengah malam," kata Fadli, Minggu (27/10/2019).

Melihat kondisi itu, lanjut Fadli, pihaknya bergegas berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bogor dan BPTJ. Akhirnya, petugas mengambil diskresi kepolisian untuk menerapkan sistem satu arah (oneway) guna mengurai kemacetan tersebut.

Arus lalu lintas arah Jakarta menuju Puncak, Jabar, macet parah. (Foto : Okezone.com/Putra Ramadhani Astyawan)

"Kami sudah berkoordinasi dengan BPTJ, Dishub dan Bupati. Kita ambil diskresi dengan menutup arus dari Jakarta. Alhamdulillah setelah oneway lalu lintas terbuka dari Puncak menuju Cisarua. Diskresi ini karena kepadatan yang belum bisa teurai," ucapnya.

Fadli menilai, infrastruktur jalan di Jalur Puncak yang belum maksimal membuat uji coba kanalisasi berantakan. Ada beberapa titik yang belum dilakukan pelebaran sehingga menghambat uji coba hari ini.

"Uji coba melihat sejuah mana, ternyata infrasruktur jalan dari Simpang Gadog sampai Taman Safari tidak homogen, ada beberapa ruas yang memang bisa dilalui kendaraan, tapi ada beberapa yang sudah diperbaiki, ada juga yang belum," ucao Fadli.

Selain itu, masih terdapat simpul-simpul kemacetan karena tingginya aktivitas masyarakat dan keluar masuk kendaraan dari persimpangan di sepanjang jalur tersebut. Alhasil, uji coba kali ini belum optimal.

"Kepadatan yang memerlukan waktu lama diurai di Megamendung. Ruas jalannya kecil dan arus keluar masuk gang banyak. Lalu Pasar Cisarua, walaupun sudah dibersihkan PKL, intensitas penyeberang jalan, motor tinggi. Kami berharap ada JPO atau pasarnya bisa digeser ke belakang," katanya.

Baca Juga : 30 Polisi Lingkungan Warga Bantu Uji Coba Kanalisasi 2-1 Jalur Puncak

Berkaca kondisi hari ini, Fadli berharap uji coba kanalisasi 2-1 yang sediakan kembali dilakukan pekan depan untuk ditunda sampai menunggu hasil evaluasi. Terlebih, Kabupaten Bogor juga menghadapi Pilkades yang membutuhkan pengamanan polisi.

"Secepatnya kita lakukan evaluasi. Tapi kami menyarankan tanggal 3 November besok tidak diuji coba dulu karena memang hari Minggu juga sama. Di Kabupeten Bogor juga ada Pilkades, semua diperbantukan di pengamanan Pilkades," tutur Fadli.

Baca Juga : Uji Coba Sistem 2-1 Jalur Puncak Dimulai, Lalu Lintas Macet Parah

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini