Share

Program KJMU Anies Baswedan Dorong Terciptanya Pemimpin Masa Depan

Selasa 29 Oktober 2019 16:11 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 29 338 2123195 program-kjmu-anies-baswedan-dorong-terciptanya-pemimpin-masa-depan-dpXaXw43Mu.jpg Anies Baswedan dan mahasiswa penerima KJMU (Foto: Pemprov DKI)

JAKARTA - Mendorong terciptanya pemimpin-pemimpin masa depan, Pemerintah DKI Jakarta di bawah naungan Gubernur Anies Baswedan, memberikan bantuan di sektor pendidikan. Bantuan tidak hanya hanya untuk anak usia sekolah dasar hingga menengah atas, tetapi juga bagi mahasiswa melalui Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU).

Anies berpesan, kesempatan kuliah harus dimanfaatkan sebaik mungkin dengan meraih prestasi akademis sekaligus pengembangan diri di luar kelas. Anies berharap, mereka dapat menjadi pemimpin di masa depan.

"Bangsa ini membutuhkan banyak pemimpin yang terdidik. Karena itu, saya ingin teman-teman semua penerima KJMU, melihat ini sebagai sebuah tanggung jawab, bahwa saya harus menjadi pemimpin," ujar Anies saat menyerahkan secara simbolis KJMU kepada 5.061 mahasiswa tahun ajaran 2018/2019 di Jakarta.

Reka Ben Alexis, mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Jurusan Pendidikan Seni Rupa merasakan langsung manfaat KJMU. Diakuinya, banyak keperluan kuliah yang bisa teratasi berkat bantuan dana pendidikan dari Pemprov DKI Jakarta.

"Ini sangat membantu sekali bagi kami dari keluarga kurang mampu yang bertekad melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi," ujar Reka.

Sama seperti Reka, Early Radovan menuturkan hal serupa. Dana bantuan akan ia fokuskan untuk kebutuhan skripsi. "Alhamdulillah, bisa mengurangi beban ekonomi orang tua saya pastinya," aku mahasiswi Jurusan Fisika Fakultas MIPA Universitas Indonesia (UI) tersebut.

Keduanya mengaku pencairan dana bantuan pendidikan senilai Rp1,5 juta per bulan juga sangat mudah.

 Pemprov DKI Jakarta

Jumlah penerima KJMU dan kampus yang bekerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta dari tahun 2016 sampai dengan 2019 meningkat signifikan. Rinciannya 594 mahasiswa di 46 PTN (2016), 2.191 mahasiswa di 68 PTN (2017), 4.542 mahasiswa di 85 PTN (2018), dan 5.061 mahasiswa di 90 PTN (2019). Para penerima KJMU mendapatkan bantuan dana sebesar Rp9 juta per semester, termasuk uang kuliah tunggal, yang diberikan melalui pendebitan dari Bank DKI. Dana tersebut dapat dipakai untuk membeli buku dan kebutuhan sehari-hari yang bisa diambil tunai, gratis menaiki Transjakarta, hingga gratis untuk masuk area rekreasi dan edukasi (Ancol dan museum).

Bagi warga Jakarta yang ingin memperoleh KJMU, terdapat syarat yang harus dilengkapi. Untuk KJMU, syarat utama yakni bukti lulus seleksi PTN dan PTS yang telah menjalin kerjasama dengan Pemprov DKI Jakarta. Selanjutnya calon penerima mengajukan permohonan bantuan dan menengkapi syarat administrasi, seperti fotokopi KTP sebagai warga DKI Jakarta hingga surat keterangan tidak mampu. Informasi lebih lanjut dapat diakses https://kjp.jakarta.go.id.

Sasaran penerima KJMU diperluas pada 2020 berdasarkan Pergub Nomor 97 Tahun 2019. Penerima bukan hanya mahasiswa tidak mampu yang kuliah di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tetapi juga mahasiswa tidak mampu yang kuliah di Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Ada 11 PTS dengan akreditasi A (baik lembaga dan program studinya) di Jakarta yang menjadi mitra KJMU dan Pemprov DKI Jakarta juga memperluas kemitraan dengan PTN, yakni telah menjangkau 90 PTN di seluruh Indonesia. (cm)

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini