Proyek Gedung Menara Pandang Tangsel Mangkrak, Akses Jalan Warga Tertutup

Hambali, Okezone · Rabu 30 Oktober 2019 11:13 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 30 338 2123509 proyek-gedung-menara-pandang-tangsel-mangkrak-akses-jalan-warga-tertutup-XKCKE4iJJm.jpg Pembangunan Proyek Gedung Menara Pandang Tangerang Selatan (Tangsel) Mangkrak (foto: Okezone/Hambali)

TANGERANG SELATAN - Pembangunan Gedung Menara Pandang Kota Tangerang Selatan (Tangsel) akhirnya terbengkalai. Proyek yang menguras dana APBD hingga sekira Rp30 miliar itu pun kini sepi dari hingar bingar aktifitas pekerja kasar seperti sebelumnya.

Proyek mangkrak itu berdiri dalam satu area di Balai Kota Tangsel, letaknya berdekatan dengan kantor Wali Kota Airin Rachmi Diany di Serua, Ciputat. Pengerjaannya telah dimulai sejak tahun 2017 silam. Rencananya, gedung ini bisa digunakan untuk berbagai keperluan, di antaranya sebagai lokasi pameran UMKM.

Baca Juga: Jebol Pintu Rumah, Aksi Pencuri Motor Kian Meresahkan Warga Tangsel 

Proyek Gedung Menara Pandang Tangsel Mangkrak (foto: Okezone/Hambali)

Namun siapa sangka, mangkraknya proyek gedung setinggi sekira 70 meter itu berimbas pula pada keresahan warga sekitar. Sebabnya, akses jalan warga yang ditutup sementara untuk pembangunan proyek makin tak jelas tenggat waktunya.

"Kita kan sering rapat kumpulan pengurus sama warga. Ada beberapa yang menanyakan ke saya, pak kita masih bisa lewat gerbang masuk Pemkot? Saya bilang sementara ini masih bisa, sampai jalan masuk warga di samping proyek itu dibuatkan kembali," terang Munadi, Ketua RT05 RW04, Maruga, Ciputat, kepada Okezone, Rabu (30/10/2019).

Proyek Gedung Menara Pandang Tangsel Mangkrak (foto: Okezone/Hambali)	 

Proyek gedung Menara Pandang berada persis di samping masjid Al-I'tishom Balai Kota. Sekelilingnya masih tertutup dinding seng tinggi. Disebutkan, akses jalan warga yang tertutup itu letakmya beririsan antara masjid dan Gedung Menara Pandang.

"Waktu dulu awal dibangun, warga memang dijanjikan akan dibukakan akses jalan lagi, persis di samping dinding proyek. Tapi karena proyek gedungnya mangkrak begini, ya otomatis warga bakal lebih lama menunggu akses jalannya dibuatkan pihak terkait," katanya.

Proyek Gedung Menara Pandang Tangsel Mangkrak (foto: Okezone/Hambali)

RW 04 sendiri memiliki 8 RT yang bermukim di sana. Namun yang paling merasakan dampak penutupan akses jalan ini adalah RT03 dan RT05, di mana warganya mau tak mau harus melalui akses gerbang masuk Balai Kota untuk bisa pulang dan pergi beraktifitas sehari-hari.

"Kita susah juga mau kemana-mana, jalan yang langsung mengarah ke jalan raya ditutup sama proyek ini, jadi harus memutar menumpang akses gerbang Balai Kota. Katanya mau dibukain jalan sendiri buat warga kalau proyek gedung sudah selesai, tapi proyek gedung ini malah enggak selesai-selesai sampai sekarang," keluh R (47), warga yang tinggal di dekat proyek gedung Menara Pandang.

Proyek Gedung Menara Pandang Tangsel Mangkrak (foto: Okezone/Hambali)

Pembangunan proyek Gedung Menara Pandang ini seolah dipaksakan. Pasalnya, sejak awal proses pengerjaannya, Dinas Bangunan dan Penataan Ruang (DBPR) sulit dikonfirmasi. Padahal anggaran yang digelontorkan sangat besar dalam beberapa tahapan pencairan.

Kini proyek itu tak jelas penyelesaiannya. Secara fisik, progresnya bisa dikatakan baru sekira 70 persen. Banyak bagian gedung yang belum rampung dikerjakan, seperti lift, dinding, kaca besar di bagian puncak menara, tangga, dan sebagainya. Beberapa sumber menyebut, butuh penganggaran lagi pada tahun 2020 agar proyek bisa dituntaskan.

Koordinator Tangerang Public Transparency Watch (TRUTH) Aco Ardiansyah, mengungkap, pembangunan menara pandang telah berjalan selama dua tahun dengan nominal yang cukup besar. Sayangnya sampai hari ini manfaatnya belum juga bisa dirasakan masyarakat, hingga terkesan terbengkalai atau mangkrak.

Baca Juga: Razia Panti Pijat di Ciputat, Sudut Kamar Dipenuhi Kondom Bekas Pakai 

Proyek Gedung Menara Pandang Tangsel Mangkrak (foto: Okezone/Hambali)

"Dari data yang ada diperoleh, anggaran yang digelontorkan sangat banyak. Lantas apa sebenarnya tujuan dari dibangunnya menara tersebut yang tingginya hingga 70 meter, manfaat untuk publiknya apa? Jangan sampai ini cuma menjadi proyek yg diada-adakan dan berdampak pada penghambur-hamburan APBD," tegas Aco.

"TP4D juga harus bekerja secara baik dan transparan agar masyarakat bisa menilai hasil kinerjanya, dan publik tahu apa hasilnya selama ini. Oleh sebab itu pemerintah Kota Tangsel semestinya merencanakan pembangunan yang tepat sasaran dan mengedepankan prinsip efisiensi dan efektifitas," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini