nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

DPRD Temukan Anggaran Beli Lem Aibon Rp82,8 Miliar, Disdik DKI: Salah Ketik

Fadel Prayoga, Jurnalis · Rabu 30 Oktober 2019 11:23 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 30 338 2123519 dprd-temukan-anggaran-beli-lem-aibon-rp82-8-miliar-disdik-dki-salah-ketik-uPLAwVK0LX.jpg Dinas Pendidikan DKI Jakarta (Facebook)

JAKARTA – DPRD DKI Jakarta menemukan alokasi anggaran Rp82,8 untuk pembelian lem aibon yang diajukan Dinas Pendidikan (Disdik) DKI dalam dokumen rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Platfon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2020. Sekretaris Dinas Pendidikan DKI Susi Nurhati mengaku salah ketik.

"Ini sepertinya salah ketik, kami sedang cek ke semua komponennya untuk diperbaiki, " kata Susi saat dihubungi wartawan, Selasa 29 Oktober 2019 malam.

Ia menjelaskan, tidak ada item anggaran untuk pembelian lem aibon di Disdik DKI Jakarta yang diajukan dalam KUA-PPAS 2020. Item yang diajukan oleh Suku Dinas Pendidikan Wilayah 1 Kota Jakarta Barat itu sebenarnya hanya alat tulis kantor (ATK) berupa kertas dan tinta, bukan lem aibon.

"Itu ATK, tapi kami hanya mengusulkan kertas dan tinta saja," kata dia.DPRD DKI Jakarta

Ruang sidang DPRD DKI Jakarta (Okezone.com/Fadel)

Disdik DKI berjanji menelusuri siapa yang menginput pembelian lem senilai Rp82,8 miliar tersebut. "Kami akan cek ke seluruh SDN di Jakarta Barat, kami revisi usulan anggaran itu terakhir hari Jumat 25 Oktober 2019 malam,” ujar dia.

Sebelumnya, anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, William Aditya Sarana mengkritisi adanya alokasi anggaran Rp82,8 miliar untuk pembelian lem aibon dalam KUA-PPAS 2020 yang diajukan Disdik DKI. Dia menilai ada keanehan di situ.

“Ditemukan anggaran aneh pembelian lem aibon 82 milliar lebih oleh Dinas Pendidikan. Ternyata Dinas Pendidikan mensuplai 2 kaleng lem Aibon per murid setiap bulanya,” kata dia melalui akun Twitter @willsarana.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini