nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pria yang Menyerang Mapolsek Batu Ceper Diduga Alami Gangguan Jiwa

Isty Maulidya, Jurnalis · Rabu 30 Oktober 2019 11:34 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 30 338 2123526 pria-yang-menyerang-mapolsek-batu-ceper-diduga-alami-gangguan-jiwa-qSsCzeuwU8.jpg Ilustrasi Penangkapan (foto: Shutterstock)

TANGERANG - Pihak Kepolisian Resor Metro Tangerang Kota telah memeriksa seorang pria berinisial J yang diduga akan menyerang petugas kepolisian yang sedang berjaga di Mapolsek Batu Ceper. Berdasarkan hasil pemeriksaan, polisi menduga pria tersebut mengalami gangguan kejiwaan.

Kasubbag Polres Metro Tangerang Kota, Kompol Abdul Rachim menjelaskan, pria tersebut berbicara kurang jelas serta kurang memahami apa yang polisi katakan. Lebih lanjut, polisi juga ikut memeriksa keluarga J untuk memastikan apakah J bersikap tidak wajar saat di rumah.

Baca Juga: Hendak Serang Polisi di Mapolsek Batu Ceper, Seorang Pria Ditangkap 

"Dugaan itu muncul saat pria ini berbicara agak ngawur ketika kita interogasi. Kemudian kita lakukan pendalaman lagi dengan pihak keluarga dan memang, ternyata pria ini mengalami gangguan kejiwaan," kata Abdul Rachim saat dikonfirmasi, Rabu (30/10/2019).

Ilustrasi (foto: Shutterstock) 

Abdul Rachim juga menuturkan, pria ini sering membawa golok saat di kampung halamannya. Namun, belum ada informasi tindak kriminal yang dilakukan pria tersebut menggunakan senjata tersebut. Selain itu, J juga memang kerap kali bicara tidak jelas.

"Di sana (kampungnya) dia memang suka bawa golok kemana-mana, terus kalau ketemu orang lain, dia suka bahas soal pemerintahan tapi ngomongnya ngawur," ujarnya.

Pihak keluarga menuturkan bahwa gangguan kejiwaan yang dialami oleh J bermula saat dirinya bercerai dengan sang istri pada tahun 2016. Sejak saat itu J mulai bersikap aneh dan kerap kali melarikan diri dari rumah.

"Menurut pengakuan keluarga, setelah proses perceraian dia mulai terganggu jiwanya dan sering kabur-kaburan, bahkan sampai ke Polsek Batu Ceper," ujarnya

Baca Juga: SMAN 10 Bandung Diserang Gerombolan Bermotor, Diduga Buntut Pertandingan Sepak Bola 

Hingga saat ini pun, polisi masih mengamankan pria tersebut untuk memeriksa kejiwaannya. Apabila benar mengalami gangguan jiwa, maka J akan diserahkan ke Dinas Sosial atau rumah sakit jiwa untuk melakukan perwatan.

"Kalau memang ada gangguan akan kita serahkan ke instansi terkait, tapi kalau tidak tentu akan dikenakan pasal undang-undang darurat," tuturnya.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini