nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Soal Anggaran Lem Rp82 Miliar, Anies Sebut Ada Masalah di Sistem

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Rabu 30 Oktober 2019 19:12 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 30 338 2123780 soal-anggaran-lem-rp82-miliar-anies-sebut-ada-masalah-di-sistem-NrtCHOyO4u.jpg Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Foto : Okezone)

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan mengaku sudah mengetahui persoalan pengadaan lem Aibon sebesar Rp82 milyar sejak pekan lalu.

Menurut Anies, anggaran tersebut merupakan kesalahan sistem digital yang masih manual, akibatnya tidak bisa melakukan pengecekan dan verifikasi.

"Sebenernya itu yang saya panggil minggu lalu. Saya enggak umumkan karena memang itu review internal dan ini ada problem sistem yaitu sistem digital tetapi tidak smart. Kalau smart sistem, dia bisa melakukan pengecekan, verifikasi, dia bisa menguji. Ini sistem digital tetapi masih mengandalkan manual sehingga kalau ada kegiatan-kegiatan. Jadi gini ketika menyusun RKPD (Rencana Kerja Pemerintah Daerah) di situ diturunkan bentuk kegiatannya," kata Anies kepada wartawan, Rabu (30/10/2019).

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Foto : Okezone.com)

Untuk menyusun kegiatan, pihaknya harus menentukan komponen-komponen kegiatan dengan jumlah anggaran yang dibutuhkan.

"Jadi jika kegiatan sudah ditentukan misalnya pameran atau pentas musik, itu ada rekening dan komponen. Misalnya nilainya Rp100 juta. Rp100 juta harus ada turunan komponen, di kita diturunkan detail hanya pada level rencana," tuturnya.

Baca Juga : DPRD Temukan Anggaran Beli Lem Aibon Rp82,8 Miliar, Disdik DKI: Salah Ketik

Padahal, kata Anies, yang dibutuhkan kegiatannya dulu karena akan dibahas dengan DPRD. Namun yang terjadi justru memasukkan anggaran terlebih dulu. "Sehingga, setiap tahun staf itu banyak yang memasukkan yang penting masuk angka Rp100 juta dulu, toh nanti yang penting dibahas. Pembahasan baru rekening dan komponen di samakan anggaran sudah," bebernya.

Karena cara-cara semacam itu masih dilakukan, Anies mengatakan, anggaran setiap tahun terus muncul angka-angka aneh. "Kalau sistem smart, maka dia akan melakukan verifikasi," ungkapnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini