Sudin Pendidikan Jakbar Tak Menyangka Lem Aibon Rp82 Miliar Jadi Viral

Fadel Prayoga, Okezone · Kamis 31 Oktober 2019 14:51 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 31 338 2124111 sudin-pendidikan-jakbar-tak-menyangka-lem-aibon-rp82-miliar-jadi-viral-E6qsTzpUJw.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kepala Tata Usaha Suku Dinas Pendidikan Jakarta Barat, Sudarman mengakui telah melakukan kekeliruan saat memasukkan item pengadaan lem Aibon ke e-budgeting dengan anggaran senilai Rp 82 miliar. Dirinya tak menyangka bila keteledorannya itu menimbulkan kehebohan di masyarakat.

"Jadi karena ada pilihan lain, ada banyak pilihan lain, artinya saya enggak berpikir sampai sejauh ini. Katakanlah kebutuhan Aibon itu menjadi viral sampai begini," kata Sudarman di Balai Kota, Rabu 30 Oktober 2019.

Ia menjelaskan, item anggaran lem Aibon itu dimasukkan dengan rekening pengadaan lainnya. Namun, setelah ditelusuri lebih lanjut ternyata barang itu tidak termasuk ke dalam daftar kebutuhan sekolah.

"Mungkin ini menjadi, katakanlah salah pilih ya dalam input sementara. Memang kebutuhan saat ini, memang sudah diinput sesuai kebutuhan sekolah. Dan Aibon pun tidak ada," ujarnya.

Foto: Istimewa

Saat ini, lanjut dia, pihaknya telah mengganti item pengadaan lem Aibon itu dengan alat tulis kantor, percetakan, pemeliharaan kebutuhan sekolah dan jenis-jenis anggaran pemelihaaraan lainnya.

"Diganti semua itu, mulai dari ATK, cetakan, pemeliharaan semua kebutuhan operasional itu," katanya.

Sebelumnya, Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PSI, William Aditya Sarana mengunggah gambar di akun media sosial Twitternya bernama @willsarana. Ia menulis keterangan dalam foto itu bahwa ditemukan anggaran sebesar Rp82 miliar lebih yang diusulkan oleh Dinas Pendidikan untuk pembelian lem Aibon.

“Ditemukan anggaran aneh pembelian lem Aibon 82 milliar lebih oleh Dinas Pendidikan. Ternyata Dinas Pendidikan menyuplai 2 kaleng lem Aibon per murid setiap bulannya,” tulis Wiliam.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini