Bocorkan Anggaran Lem Aibon Rp82 Miliar, Gerindra Sentil PSI

Fadel Prayoga, Okezone · Kamis 31 Oktober 2019 19:04 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 31 338 2124259 bocorkan-anggaran-lem-aibon-rp82-miliar-gerindra-sentil-psi-IWYolYH8LL.jpg Ilustrasi DPRD DKI Jakarta (foto: Okezone/Fadel Prayoga)

JAKARTA - Politikus Partai Gerindra Inggard Joshua menegur Politikus PSI William Aditya Sarana terkait sikapnya membocorkan anggaran pengadaan lem Aibon yang jumlahnya sangat fantastis, yakni mencapai Rp82 miliar, melalui media sosial.

Hal tersebut dikatakan saat rapat pembahasan anggaran Komisi A bersama beberapa SKPD, di DPRD DKI Jakarta, Kamis (31/10/2019). William juga hadir di rapat itu.

Baca Juga: Sudin Pendidikan Jakbar Tak Menyangka Lem Aibon Rp82 Miliar Jadi Viral 

Anies-Sandi Hadiri Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta

Menurut dia, seharusnya Wiliam sebagai anggota parlemen Kebon Sirih memiliki etika berpolitik yang baik. Sebab, persoalan itu sedang dibahas dengan Komisi E, tapi dia malah ikut campur.

"Jangan sampai, artinya kita belum melakukan pembahasan, sudah ramai di koran. Ini saya berharap forum yang kencang itu di ruangan ini. Kita mau berantem, ya berantem di ruangan ini, jangan berantem di luar," kata Inggard saat memimpin rapat.

Ia mengingatkan, William sebagai anggota legislatif yang anyar dan masih muda agar tak mencari panggung ke publik, tapi tak memiliki arah pandangan yang jelas.

"Kalau bisa kita tuh, eksekutif itu mitra kita, kalau perlu kita ngomong di dalam, jadi enggak ricuh dan bilang enggak pantes ini. Saya ingatkan saudara kecuali, kalau orang lain di luar boleh. Mau LSM yang ngomong silahkan," katanya.

Menanggapi hal itu, William mengaku menerima teguran dari seniornya tersebut. Dirinya akan memperbaiki diri dalam hal etik berpolitik di parlemen.

"Diterima saja kritik Bang Inggard. Saya juniornya, saya terima nasihatnya, saya harus banyak belajar dari beliau. Kalau soal transparansi, itu harga mati," kata dia.

Baca Juga: Anies Keluhkan e-Budgeting Era Ahok, PDIP : Jangan Salahkan Mesin! 

Meski ditegur seniornya di DPRD DKI, lanjut William, dirinya akan tetap bertindak kritis kepada kebijakan ataupun anggaran KUA-PPAS tak pro pada msyarakat.

"Kita harus teguh, kita di sini buat protes kan. Kita protes. Kita jalankan sajalah, digebuk-gebuki nih. Babak belur saya," ujar William.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini