Polemik Lem Aibon, Tina Toon: Bahas Anggaran Rakyat Bukan Seperti Isi Voucher Pulsa

Achmad Fardiansyah , Okezone · Sabtu 02 November 2019 06:40 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 02 338 2124857 polemik-lem-aibon-tina-toon-bahas-anggaran-rakyat-bukan-seperti-isi-voucher-pulsa-1olK9u7grg.jpg

JAKARTA - Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDIP, Agustina Hermanto alias Tina Toon menyindir Pemprov DKI terkait salah input e-budgeting. Ia menegaskan bahwa input data yang berhubungan dengan anggaran negara, jangan disepelekan seperti isi voucher pulsa.

"(Harusnya) enggak ada ngomong salah input, Karna kalau salah input ini uang rakyat, bukan isi ulang voucher pulsa," katanya kepada Okezone, Sabtu (2/11/2019).

Oleh sebab itu, dirinya merasa perlu untuk melakukan investigasi dari anggaran tersebut, sebab hal itu dilakukan lantaran menyangkut kesejahteraan rakyat.

Baca Juga: Anies Akan Sanksi Penginput Lem Aibon dalam E-Budgeting

"Jadi kita cecer banget. Makanya ini harus diinvestigasi harus ditelusuri, ini uang besar ini berubungan dengan rakyat gitu," tuturnya.

Seperti diketahui, sejumlah anggaran tak masuk akal dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) ditemukan oleh DPRD DKI Jakarta. Di antaranya adalah pembelian lem aibon sebesar Rp 82 miliar yang diunggah oleh Sudin Pendidikan Jakarta Barat dan anggaran pembelian ballpoint sebesar Rp 123 miliar yang diunggah Sudin Pendidikan Jakarta Timur.

Sebelumnya, Kepala Tata Usaha Suku Dinas Pendidikan Jakarta Barat, Sudarman mengakui telah melalukan kekeliruan saat memasukkan item pengadaan lem Aibon ke e-budgeting dengan anggaran senilai Rp 82 miliar. Dirinya tak menyangka bila keteledorannya itu hingga membuat kehebohan di masyarakat.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini