Pemprov DKI Serius Tangani Polusi Udara, Kendaraan ASN yang Tak Lolos Uji Emisi Dilarang Parkir

Minggu 03 November 2019 17:30 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 03 338 2125219 pemprov-dki-serius-tangani-polusi-udara-kendaraan-asn-yang-tak-lolos-uji-emisi-dilarang-parkir-9QADVp1rTh.jpg Aktivitas warga di jalanan Ibukota Jakarta (Foto: Pemprov DKI)

JAKARTA – Polusi udara menjadi persoalan serius di Ibukota Jakarta. Berdasarkan hasil riset, sekitar 60-70 persen polusi udara berasal dari kendaraan bermotor. Untuk itulah, Pemprov DKI Jakarta menggalakkan uji emisi kendaraan, sebagai salah satu solusi memperbaiki kualitas udara.

Sebagai informasi, emisi kendaraan dihasilkan adalah HC (Hidrokarbon), CO (Karbon Monosikda), CO2 (Karbon Dioksida ), O2 (Oksigen) dan senyawa NOx (Nitrogen Oksida). Senyawa ini muncul ketika terjadi pembakaran dalam mesin. Untuk mengetahui besaran zat-zat tersebut, perlu dilakukan uji emisi dengan alat khusus.

Sesuai standar emisi Euro 4, kendaraan roda empat atau lebih yang digunakan untuk angkutan orang, kendaraan roda empat atau lebih yang digunakan untuk angkutan barang, dan kendaraan penarik untuk gandeng atau temple, ambang batas maksimal emisi sama atau kurang dari 2,5 ton adalah CO 1.0 gram/km, HC 0.1/km, dan Nox 0.08/km.

"Uji emisi ini ada ambang batasnya? Kalau di atas itu, berarti potensi pencemarannya lebih,” Kepala Seksi Penanggulangan Pencemaran Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, Agung Pujo Winarko belum lama ini.

Pemprov DKI Jakarta rupanya tidak hanya dengan mendorong warga melakukan hal tersebut, tapi juga kepada para aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemprov DKI Jakarta. Ini dibuktikan dengan genjarnya beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam melakukan uji emisi. Salah satunya di lingkungan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara.

Pemprov DKI Jakarta 

Wali Kota Jakarta Utara, Syamsuddin Lologau menegaskan, kendaraan mobil ASN yang tidak lulus uji emisi tidak diperbolehkan parkir di lingkungan Kantor Wali Kota.

"Tujuan kami melaksanakan aturan baru ini untuk mengurangi polusi udara di Jakarta Utara. Kalau ada karyawan di lingkungan Pemkot Jakut tidak lulus uji emisi, dia tidak boleh memarkir kendaraannya di sini," kata Syamsuddin.

Kadis LH DKI Jakarta Andoro Warih mengatakan sebanyak 155 bengkel telah terintegrasi dengan aplikasi e-Uji Emisi untuk layanan uji emisi kendaraan di Jakarta. Dia berharap semakin banyak bengkel yang terintegrasi dengan aplikasi tersebut.

"Semakin banyak bengkel yang memberikan layanan uji emisi akan memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk ikut berkontribusi meminimalkan polusi di Jakarta," kata dia.

Dia menargetkan 933 unit bengkel uji emisi untuk mewujudkan Jakarta bebas populasi pada 2020. Saat ini, ada 7 juta mobil yang melakukan uji emisi selama setahun. Dalam satu tahun, mereka melakukan dua kali uji emisi dengan perhitungan satu bengkel melayani 25 mobil dalam sehari.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan menerapkan aturan uji emisi untuk kendaraan bermotor yang melintas di Jakarta pada 2020. Aturan ini berlaku untuk seluruh kendaraan di Jakarta.

"Tahun depan kita akan mulai dengan pengendalian emisi bagi kendaraan bermotor. Ada uji emisi dan kendaraan yang beroperasi di Jakarta baik dari dalam dan luar daerah. Jadi, harus lolos uji emisi," kata Anies. (cm)

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini