Permudah Masyarakat Uji Emisi Kendaraan, Pemprov DKI Luncurkan Aplikasi

Minggu 03 November 2019 17:20 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 03 338 2125222 permudah-masyarakat-uji-emisi-kendaraan-pemprov-dki-luncurkan-aplikasi-5XuxRzGZsS.jpg Proses uji emisi kendaraan di Jakarta (Foto: Pemprov DKI Jakarta)

JAKARTA – Memudahkan masyarakat dalam melakukan uji emisi kendaraan, Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) meluncurkan aplikasi Uju Emisi (E-Uji Emisi). Aplikasi ini salah satu cara Pemprov DKI menekan polusi udara di Ibukota.

“Di aplikasi ini ada berbagai informasi seputar uji emisi yang dapat digunakan masyarakat,” kata Kepala Seksi Penanggulangan Pencemaran Lingkungan DLH Provinsi DKI Jakarta, Agung Pujo Winarko di Jakarta belum lama ini.

Agung menerangkan, fitur dalam aplikasi E-Uji Emisi akan memperlihatkan sejarah kendaraan yang tengah diuji. Pengguna aplikasi juga dapat melihat aturan pemerintah terkait uji emisi, serta lokasi bengkel terdekat yang dapat melakukan uji emisi.

Langkah menggunakan aplikasi uji emisi begitu mudah. Pertama, pengguna diminta memasukkan pelat nomor kendaraan. Kemudian, aplikasi akan menampilkan secara lengkap sejarah uji emisi kendaraan tersebut. Biasanya uji emisi kendaraan dilakukan setiap enam bulan sekali.

“Pengguna juga dapat mencari tahu bengkel-bengkel uji emisi terdekat dari lokasi di mana dia berada,” ujar Agung.

Kemudahan informasi uji emisi dengan aplikasi milik Pemprov DKI Jakarta sudah dibuktikan oleh Lidya (28). Karyawan swasta yang sehari-hari membawa mobil pribadi ini awalnya berinisiatif mencari tahu melalui ponselnya, bagaimana cara mengurangi polusi udara. Salah satu jawabannya ternyata dengan rutin uji emisi kendaraan.

“Sayang langsung download aplikasi E-Uji Emisi. Akhirnya lega karena kendaraan roda empat yang saya digunakan telah melewati uji emisi,” akunya.

Pemprov DKI Jakarta 

Lidya mengakui buruknya kualitas udara di Jakarta. Setip menuju dan pulang dari kantor, dia tak pernah lepas dari masker penutup wajah. Apalagi, Lidya pernah terkena infeksi saluran pernafasan (ISPA), sehingga membuatnya lebih hati-hati.

“Kata dokter, penyakit ISPA saya karena udara yang saya hirup buruk. Dan saya akui, kendaraan bermotor menjadi penyumbang polisi udara, apabila asap pembuangan yang dikeluarkan melebihi ketentuan yang sudah ditetapkan,” akunya. (cm)

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini