nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

DPRD DKI Jakarta Setujui Anggaran Rp3 Miliar untuk Air Bersih

Sarah Hutagaol, Jurnalis · Selasa 05 November 2019 09:59 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 05 338 2125838 dprd-dki-jakarta-setujui-anggaran-rp3-miliar-untuk-air-bersih-UBcVHPQbVS.jpg Ilustrasi DPRD DKI Jakarta. (Foto: Dok Okezone/Fadel Prayoga)

JAKARTA – Anggaran Rencana Induk Sistem Pengembangan Air Minum (RISPAM) sebesar Rp3 miliar usulan Dinas Sumber Daya Air (SDA) dalam KUA-PPAS Tahun 2020 disetujui oleh DPRD DKI Jakarta. Mereka menilai anggaran tersebut perlu direalisasikan mengingat pelaksanaan RISPAM berurusan dengan pembangunan pengelolaan air limbah.

"Karena memang masterplan harus dibuat dulu, dan itu mendesak. Ini berkaitan dengan rencana-rencana Dinas SDA, dan masterplan dibutuhkan. Jadi tidak ada perdebatan dan kita setujui," ujar Sekretaris Komisi D DPRD DKI Jakarta Syarif, Selasa (5/11/2019).

Baca juga: Anies Minta Rp10 Miliar untuk Konsultan Pembangunan ITF, DPRD Potong Jadi Rp6 Miliar 

Lebih lanjut ia berharap dalam pelaksanaannya Dinas SDA menginventarisasi wilayah prioritas yang membutuhkan jaringan tersebut, sehingga tepat sasaran, dan kebutuhan masyarakat akan air minum dapat terpenuhi.

"Dengan membuat masterplan ini tentu kita tahu titik di mana yang perlu dibangun dalam Sistem Pengolahan Air Limbah-nya, dan sudah ada beberapa usulan yang berkaitan dengan rencana induk ini. Jadi dengan rencana masterplan itu dibuat, kita bisa menjaga konservasi tanah yang tidak tercemar," terangnya.

Baca juga: Masuk Musim Hujan, Gubernur Anies Perkenalkan Aplikasi JAKI 

Sementara Kepala Dinas SDA DKI Jakarta Juaini Yusuf mengatakan pihaknya bakal segera mengeksekusi perencanaan RISPAM 2020. Terutama dalam perumusan kajian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang akan dipetakan secara komprehensif di wilayah Ibu Kota.

"Jadi seluruh DKI Jakarta, kita akan siapkan saluran-saluran air bersihnya itu. Karena itu kan buat pengelolaan air minum. Jadi nanti selain AMDAL akan ada di mana titik-titik peletakan pipa-pipanya di mana. Itu yang akan kita rencanakan," ungkapnya.

Dia menegaskan rencana induk SPAM nantinya difokuskan ke wilayah-wilayah pelosok Jakarta yang belum tersentuh saluran air bersih, seperti Jakarta Utara dan Barat.

"Karena selama ini PAM belum bisa menjangkau kebutuhan air minum seluruh DKI, baru sekitar 60 persen, dan 40 persen belum, jadi masyarakat ambil dari air tanah maupun air beli. Dari yang 40 persen itu nanti kita rencanakan supaya dapat (air bersih)," tuturnya.

Baca juga: DPRD Desak Disparbud DKI Gencar Promosikan Wisata Kepulauan Seribu 

Ilustrasi saluran air di DKI Jakarta. (Foto: Dok Okezone)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini