Unggah Anggaran Lem Aibon di Medsos, Politikus PSI Dilaporkan ke BK DPRD

Sarah Hutagaol, Okezone · Selasa 05 November 2019 14:37 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 05 338 2125983 unggah-anggaran-lem-aibon-di-medsos-politikus-psi-dilaporkan-ke-bk-dprd-oVaiNxlN4b.jpg Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)

JAKARTA - Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) William Aditya Sarana dilapokan ke Badan Kehormatan (BK) DPRD DKI Jakarta oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Maju Kotanya Bahagia Warganya (Mat Bagan).

Hal tersebut dikarenakan, salah satu LSM pendukung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan itu menilai kalau William telah melanggar kode etik karena membongkar anggaran ganjil dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) DKI 2020.

Politikus muda di DPRD DKI Jakarta itu dianggap telah menjadi biang kerok kegaduhan di tengah masyarkat soal anggaran DKI Jakarta, karena menyebarluaskan usulan anggaran itu di media sosial.

Anggaran Lem Aibon (Foto: Ist)

Melalui postingan itu, LSM tersebut juga menilai William hanya menimbulkan stigma buruk kepada Anies Baswedan. Orang nomor satu di Jakarta itu dianggap tak transparan soal penggodokan anggaran.

"Sikap yang bersangkutan justru menimbulkan opini negatif kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang seolah-olah dianggap tidak transparan," ucap Ketua Mat Bagan Sugiyanto dalam keterangan tertulisnya Selasa (5/11/2019).

Baca Juga: Polemik Anggaran di DKI, Kenapa Salahkan PSI?

Lebih lanjut, ia mengakui kalau legisilator berhak mengusut hal-hal yang dirasa janggal, tetapi mengenai anggaran seharusnya dibahas di meja perundingan dengan Badan Anggaran (Banggar), dan bukan justru di media sosial.

"Sebagai anggota dewan yang memiliki hak bertanya kepada mitra kerjanya Pemprov DKI Jakarta, harusnya kesempatan bertanya itu digunakan di forum rapat komisi atau badan anggaran (banggar)," terangnya.

Sebelumnya, William sempat membuat heboh media sosial lantaran membongakar beberapa mata anggaran dalam Kebijakan Umum Anggaran-Plafon Prioritas Anggaran (KUA-PPAS) yang oleh sebagain orang dirasa sangat janggal.

Anggaran tersebut seperti pengajuan dana sebesar Rp82 miliar untuk pembelian lem aibom dan Rp120 miliar untuk membeli pulpen. Setelah pengadaan anggaran ini ramai dibicarakan, Pemprov DKI lalu sibuk bikin klarifikasi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini