Ada Praktik Kekerasan Gangster di Sekolah, Pihak MP UIN Jakarta Bungkam

Hambali, Okezone · Rabu 06 November 2019 13:58 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 06 338 2126428 ada-praktik-kekerasan-gangster-di-sekolah-pihak-mp-uin-jakarta-bungkam-arscK4MIVX.jpg Madrasah Pembangunan (MP) UIN Jakarta Diduga Ada Aksi Gengster di dalam Sekolah (foto: Okezone/Hambali)

TANGERANG SELATAN - Praktik kekerasan yang menimpa 9 siswa Madrasah Pembangunan (MP) UIN Jakarta berbuntut pelaporan pada polisi. Para pelakunya sementara ini berjumlah 5 orang yang merupakan alumni sekolah.

Penelusuran Okezone, pengungkapan praktik kekerasan itu mulanya diredam pihak MP UIN Jakarta dengan menawarkan mediasi kepada orang tua korban dan pelaku. Namun belakangan, beberapa orang tua tak puas dan menginginkan kekerasan diproses secara hukum.

Baca Juga: Trauma Dianiaya Gangster Vembazak di Tangsel, 1 Siswa MP UIN Pindah Sekolah 

Madrasah Pembangunan (MP) UIN Jakarta Diduga Ada Aksi Gengster di Sekolah (foto: Okezone/Hambali)

Setelah kasus kekerasan itu mencuat ke publik, pihak Madrasah Pembangunan UIN Jakarta memilih bungkam. Tak ada yang mau ditemui dan diminta penjelasan dari pihak sekolah. Padahal, sikap tertutup demikian menambah keresahan bagi orang tua siswa yang menitipkan anaknya belajar di sana.

"Kita sudah diarahkan, jadi kalau ada siapapun yang menanyakan soal proses ke depannya seperti apa bisa langsung ke Polsek Ciputat. Karena kita di sini nggak ada yang boleh berkomentar ke pihak luar," terang M Saleh, Kepala Sekuriti MP UIN Jakarta saat ditemui di lokasi, Rabu (6/11/2019).

Sekolah MP UIN jakarta sendiri masuk kategori salah satu lembaga pendidikan favorit. Gedungnya berdiri megah berdampingan dengan bangunan gedung milik kampus UIN Jakarta. Jika diamati dari pengawasan petugas di dalamnya, sekolah ini bisa dibilang memiliki sistem keamanan yang ketat.

"Kita ada beberapa CCTV di sini, tapi waktu kejadian di kantin sekolah itu kita baru dapat laporan saja jika ada yang berkelahi, karena di area kantin enggak ada CCTV. Tapi waktu kita panggil anak-anaknya (korban) nggak ada yang mengaku, bilangnya cuma bercanda," ucap M Saleh.

Para senior yang melakukan kekerasan itu tergabung dalam sebutan gangster "Vembazak". Mereka kini telah melanjutkan studi di berbagai sekolah, seperti SMA 1 Tangsel, SMA 9 Tangsel, SMA 87 Jakarta dan Madrasah Aliyah (MA) MP UIN.

Baca Juga: Gangster Berulah di Tangsel, 9 Siswa Dianiaya hingga Dipaksa Tenggak Miras 

Madrasah Pembangunan (MP) UIN Jakarta Diduga Ada Aksi Gengster di Sekolah (foto: Okezone/Hambali)

Mereka merekrut sejumlah siswa juniornya di MTs MP UIN, termasuk ke-9 korban. Karena tak tahan dengan perlakuan seniornya, para korban lantas berupaya menghindar dan tak mau lagi bergabung ke dalam geng Vembazak.

Hal itu lantas memicu kemarahan para pelaku. Pada tanggal 14 dan 15 Oktober 2019 lalu, mereka mengumpulkan korban di salah satu rumah serta di kantin sekolah MTs MP UIN. Lalu satu persatu dianiaya dengan dipukuli, diinjak-injak, dicekoki miras, hingga dipaksa melakukan tawuran sekolah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini