Kemenag Panggil Pihak MP UIN Jakarta Klarifikasi Kekerasan Gangster Vembazak

Hambali, Okezone · Rabu 06 November 2019 17:02 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 06 338 2126538 kemenag-panggil-pihak-mp-uin-jakarta-klarifikasi-kekerasan-gangster-vembazak-9sRWhBlAvY.jpg MP UIN Jakarta. (Foto: Okezone.com/Hambali)

TANGSEL - Aksi kekerasan yang dialami 9 siswa sekolah Madrasah Pembangunan (MP) UIN Jakarta menuai sorotan Kementerian Agama (Kemenag). Bahkan hari ini, kantor wilayah (Kanwil) Kemenag Provinsi DKI Jakarta memanggil pihak sekolah terkait kasus ini.

Kanwil Kemenag Provinsi DKI Jakarta yang menaungi yayasan UIN menyayangkan kejadian ini. Kepala Bidang Pendidikan Madrasah, Nur Fawaiddudin mengaku baru mengetahui danya kekerasan terhadap siswa MP UIN Jakarta dari pemberitaan.

"Saya baru tahu dari media siang tadi dan langsung mengirimkan surat panggilan ke pihak Madrasah untuk meminta klarifikasi," katanya, Rabu (6/11/2019).

Jika benar tindak kekerasan itu terjadi di Madrasah Pembangunan UIN Jakarta, maka pihak kantor Kemenag Provinsi DKI Jakarta akan meminta sikap tegas dari sekolah.

Baca juga: Gangster Berulah di Tangsel, 9 Siswa Dianiaya hingga Dipaksa Tenggak Miras

"Jangankan kekerasan terhadap anak, kekerasan apapun bukan hanya itu, tentu kami mengutuk. Tapi kami harus klarifikasi dulu. Sudah kami surati, kami panggil untuk meminta klarifikasi dari pihak Madrasah. Keterangan dari Kepala Madrasah," ucapnya.

(Foto: Hambali/Okezone)

Kesembilan korban masing-masing berinisial MD, AD, KSN, RJH, JS, MSY, NA, FN, dan MFM. Mereka seluruhnya merupakan siswa kelas 2 SMP MP UIN. Sedangkan para pelaku adalah seniornya dari lulusan sekolah yang sama.

Para seniornya itu tergabung dalam sebutan gengster "Vembazak", yang kini telah melanjutkan studi di berbagai sekolah, seperti SMA 1 Tangsel, SMA 9 Tangsel, SMA 87 Jakarta dan Madrasah Aliyah (MA) Pembangunan UIN.

Pengakuan salah satu orang tua korban benama Iqbal, putranya dianiaya secara fisik dan psikis oleh para senior yang tergabung dalam geng tersebut. Bahkan mereka dipaksa menenggak minuman keras (miras) oleh pelaku.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini