nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Waspada BNN Palsu di Bogor, Pura-Pura Menggerebek Lalu Memeras

Putra Ramadhani Astyawan, Jurnalis · Rabu 06 November 2019 23:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 06 338 2126654 waspada-bnn-palsu-di-bogor-pura-pura-menggerebek-lalu-memeras-w2hXUulaEp.jpg Anggota BNNK Bogor gadungan diciduk (Foto: Okezone/Putra)

BOGOR - Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bogor menangkap seorang pemuda berinisial HF (30), lantaran nekat menjadi anggota BNN gadungan. Hal tersebut digunakan pelaku untuk memeras warga yang diduga menggunakan narkoba di Kota Bogor.

"Jadi ada sekelompok pemuda di wilayah Kota Bogor. Pelaku pura-pura mengintai dan bergerak seolah-olah anggota BNN yang melakukan penegakan hukum, tapi dibalik itu dia (HF) memeras," kata Kepala BNNK Bogor Nugraha Setya Budi, Rabu (6/11/2019).

Dalam melakukan aksi pemerasan, pelaku menuduh salah satu pemuda telah menyalahgunakan narkoba. Kemudian HF meminta korbannya uang tunai Rp 6 juta dengan dalih kasusnya tidak dilanjutkan ke polisi.

Karena takut, lanjut Budi, orangtua dari pada korban pemerasan pun akhirnya baru menyerahkan uang Rp 1 juta kepada pelaku. Mendengar adanya informasi tersebut, anggotanya langsung bergerak mendatangi lokasi dan memeriksa identitas pelaku HF.

"Hasil pemeriksaan, yang bersangkutan bukan anggota BNN tapi warga sipil. Pelaku hanya memakai atribut dan id card BNN palsu," jelas Budi.

BNN Palsu di Bogor (Foto: Putra)

Kepada petugas, id card tersebut dibelinya dari seseorang yang masih dalam pengejaran seharga Rp 130 ribu. Selain pelaku, pihaknya juga mengamankan barang bukti berupa 6 bungkus plastik kecil yang diduga berisi ganja sintetis dan uang tunai Rp 1 juta.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal berlapis yakni Pasal 378 dan 368 KUHP ancaman di atas 5 tahun penjara. Saat ini, pelaku masih dalam pemeriksaan lebih lanjut termasuk terkait penggunaan narkoba.

"Kita juga akan periksa korban apakah positif narkoba. Kita imbau berhati-hati jika ada yang mengatasnamakan anggota BNN. Kalau bawa surat tugas itu yang ditugaskan oleh kami, kalau yang gak bawa surat tugas itu bodong," tutup Budi.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini