nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

JK dan Anies Resmikan Pembangunan Masjid Apung Ancol

Fadel Prayoga, Jurnalis · Sabtu 09 November 2019 19:52 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 09 338 2127845 jk-dan-anies-resmikan-pembangunan-masjid-apung-ancol-P3sCCI7XDP.jpg Ketua DMI Pusat Jusuf Kalla dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Usai Resmikan Masjid Apung di Kawasan Ancol, Jakarta (foto: Okezone/Fadel Prayoga)

JAKARTA — Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Pusat Jusuf Kalla bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan meresmikan pembangunan Masjid Apung di kawasan Pantai Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (9/11/2019). PT. Pembangunan Jaya Ancol ditunjuk sebagai pelaksana pembangunan tersebut.

Jusuf Kalla mengimbau agar kontraktor mengoptimalkan tiga aspek teknologi yang dibutuhkan dalam sebuah rumah ibadah umat Islam tersebut. Pertama, harus memperhatikan sisi mutu bunyi di dalam ruangam masjid. Sebab, mayoritas kegiatan yang ada di dalam masjid itu adalah mendengarkan.

Baca Juga: Anies Sebut Gerindra Belum Komunikasi Terkait Pengajuan Sekda Jadi Cawagub 

"Jadi kalau akustiknya jelek, maka 80 persen maknanya [masjid] hilang nanti. Kan sayang sekali. Jadi suara yang bening dan bagus harus diperhatikan," kata JK dalam sambutannya, Sabtu (9/11/2019).

Ketua DMI Pusat Jusuf Kalla dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat Meresmikan Masjid Apung di Wilayah Pantai Ancol, Jakarta (foto: Okezone/Fadel Prayoga)	 

Lalu, yang kedua kontraktor juga harus menggunakan teknologi untuk menjaga keasrian lingkungan di sekitar masjid.

"Karena ini bentuknya futuristik, post-modern bentuknya maka tentu teknologinya harus baik. Misalnya tempat wudunya sudah hemat air, memakai sensor, sehingga kalau usap muka air tetap jalan," ujarnya.

Terakhir, ia berharap desain dari masjid itu harus menjadi contoh untuk pembanguan di daerah pesisir lainnya. Kata dia, adanya Masjid Apung Ancol diharapkan dapat menepis persepsi bahwa desain masjid harus mencontoh desain dari masjid yang berasal dari negara Timur Tengah.

Dalam kesempatan yang sama, berharap masjid ini bisa menjadi ikon baru Ibu Kota dan mempermudah umat Islam di sekitar Ancol untuk melakukan ibadah.

Ketua DMI Pusat Jusuf Kalla dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat Meresmikan Masjid Apung di Wilayah Pantai Ancol, Jakarta (foto: Okezone/Fadel Prayoga)	 

"Pesan saya, pak dirut, tiga hal dalam pembangunan ini. On schedule, on quality, on budget. Jadi tiga itu dipegang. Kalau tiga itu dipegang insya Allah nanti akhir tahun depan kita sudah bisa merasakan masjid baru ini," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Teuku Sahir Syahali menjelaskan bahwa pembangunan masjid ini diproyeksi menyedot anggaran hingga Rp50 miliar.

Sahir pun menekankan bahwa pembangunan masjid sudah melewati proses perizinan analisis mengenai dampak mengenai lingkungan hidup (Amdal) dan ramah lingkungan. Misalnya, menggunakan sea water reverse osmosis (SWRO) dan tanpa pendingin udara.

Ketua DMI Pusat Jusuf Kalla dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat Meresmikan Masjid Apung di Wilayah Pantai Ancol, Jakarta (foto: Okezone/Fadel Prayoga)	 

"Nanti kita posisikan semua limbah dari [Masjid] ini tidak ada yang dibuang ke laut. Juga kita buat nanti penampungan untuk penyiraman. Kita juga buat water recycle. Jadi, tidak ada yang dibuang ke laut. Semua recycle. Teknologinya dari energi yang kita buat tidak ada AC. Kita manfaatkan angin dari atas. Sedangkan air [untuk wudlu] nanti seperti pak JK tadi bilang, harus dengan sensor, sehingga tidak banyak terbuang," kata dia.

Baca Juga: PSI Minta Formula E Dibatalkan, Pemprov DKI: Waktu Rapat Komisi Mereka Tak Menolak 

Sebagai informasi, proses pembangunan Masjid Apung Ancol direncanakan memakan waktu satu tahun. Lokasinya yang menjorok dari daratan menjadikan masjid ini bangunan yang unik dan satu-satunya di Jakarta. Nantinya area masjid memiliki luas 2.000 meter persegi yang mampu menampung hingga 2.500 orang jemaah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini