nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ketua DPRD DKI Kritik Penebangan Pohon yang Dinilai Asal-Asalan

Fadel Prayoga, Jurnalis · Selasa 12 November 2019 09:16 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 12 338 2128674 ketua-dprd-dki-kritik-penebangan-pohon-yang-dinilai-asal-asalan-gkrQAlzOLU.jpg Pemprov DKI Jakarta berencana menebang pohon-pohon berukuran besar yang ada di Jalan Kramat Raya, Jakpus. (Foto : Okezone.com/Arif Julianto)

JAKARTA – Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi mengatakan, pihaknya menentang keras kebijakan Pemprov DKI Jakarta yang kerap melakukan penebangan pohon secara asal-asalan demi revitalisasi trotoar.

"Tolong jangan babi buta, potong sana, potong sini, akhirnya merugikan nih. Karena itu pohon ada tujuannya, kenapa ini dipasang di sebelah kiri-kanan," kata Prasetyo di Jakarta, Selasa (12/11/2019).

Menurut dia, Dinas Kehutanan dan Pemakaman seharusnya tak perlu merekomendasikan ke Dinas Bina Marga untuk melakukan penebangan.

"Kan pohon sudah puluhan tahun? Kok ditebang begitu saja kan mati berarti. Kalau ini dipindahkan kan masih banyak tempat kosong," ujarnya.

Setelah Cikini, Pohon di Jalan Kramat Raya Akan Ditebangi

Politikus PDIP itu mengaku mendapat sejumlah pengaduan dari warga yang mengeluh karena pohon-pohon besar ditebang.

"Ini kan sebenarnya buat menghalangi penyerapan debu atau gimana. Menghalangi polusi udara jadi fungsinya hilang," tuturnya.

Ia berencana memanggil Dinas Kehutanan dan Pemakaman untuk meminta penjelasan dari tindakan tersebut.

"Jadi jangan memberi masukan pada Pak Gubernur yang sebetulnya ada jalan keluar yang lebih baik. Jalan keluar yang lebih baik pandangan saya, ambil akarnya, tarik, pindahin," kata dia.


Baca Juga : Anies : Yang Bikin Macet Jakarta Mobil dan Motor, Bukan Revitalisasi Trotoar

Sebelumnya, Kepala Dinas Bina Marga DKI, Hari Nugroho mengatakan pihaknya melakukan itu karena mendapat rekomendasi dari Dinas Kehutanan dan Pemakaman DKI. Alasannya karena akar dari pohon itu merusak drainase yang ada di wilayah tersebut.

"Dilihat dari sisi jenis pohonnya itu pohon angsana sudah tua. Kedua, itu di bawahnya ngerusak saluran drainase. Ketiga, ngerusak konstruksi jalan," kata Hari kepada wartawan, kemarin.


Baca Juga : Gaji TGUPP DKI Jakarta Diusulkan Masuk Dana Operasional Anies

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini