nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fenomena Langka, Hujan Es Melanda Parung Panjang

Arief Setyadi , Jurnalis · Rabu 13 November 2019 01:52 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 13 338 2129087 fenomena-langka-hujan-es-melanda-parung-panjang-Xn0imChVZK.jpg Ilustrasi hujan es. (Foto: Chinadaily)

PARUNG PANJANG – Hujan es melanda wilayah Parung Panjang, Bogor, Jawa Barat, pada Selasa 12 November 2019. Hujan diketahui melanda kawasan Parung Panjang sekira pukul 14.00 WIB.

Menurut Nita, salah seorang warga di Desa Cibunar, Parung Panjang, hujan memang turun sangat deras sekira satu jam. Bahkan, disertai angin dan kilat.

Baca juga: Warga Depok Dikejutkan Hujan Es Usai Panas Terik 

Ia pun tidak menyangka kalau terjadi hujan es. Bermula dirinya yang merasa heran dengan suara keras hujan yang turun menerjang genting dan halaman rumah.

"Pas dilihat ke luar ternyata hujan es. Lumayan lama hujannya, lebih dari 15 menit," katanya.

Ilustrasi hujan es. (Foto: Ist)

Nita yang tinggal di Perumahan Metro Parung Panjang itu sedikit merasa khawatir. Namun sebelum menjelang petang, hujan telah reda.

"Sempat takut. Cuma heran saja di Parung Panjang bisa terjadi hujan es," tuturnya.

Baca juga: Fenomena Hujan Es Terjadi di Siborongborong Tapanuli Utara 

Mengutip dari situs Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Rabu (13/11/2019), hujan es merupakan fenomena cuaca alamiah yang biasa terjadi.

Hujan lebat atau es disertai kilat dan angin kencang berdurasi singkat lebih banyak terjadi pada masa transisi (pancaroba), baik dari musim kemarau ke musim hujan atau sebaliknya.

Indikasi terjadinya hujan es disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat yakni:

- Satu hari sebelumnya udara pada malam hari hingga pagi hari terasa panas dan gerah.

- Udara terasa panas dan gerah diakibatkan adanya radiasi matahari yang cukup kuat ditunjukkan nilai perbedaan suhu udara antara pukul 10.00 dan 07.00 LT (> 4.5 derajat Celsius) disertai kelembapan yang cukup tinggi ditunjukkan nilai kelembapan udara di lapisan 700 mb (> 60 persen).

- Mulai pukul 10.00 terlihat tumbuh awan kumulus (awan putih berlapis-lapis). Di antara awan tersebut ada satu jenis awan yang mempunyai batas tepinya sangat jelas berwarna abu-abu menjulang tinggi seperti kembang kol.

- Tahap berikutnya awan itu cepat berubah warna menjadi abu-abu atau hitam yang dikenal dengan awan kumulonimbus.

- Pepohonan di sekitar ada dahan atau ranting yang mulai bergoyang cepat.

- Terasa ada sentuhan udara dingin.

- Biasanya hujan yang pertama kali turun adalah hujan deras tiba-tiba. Apabila hujannya gerimis maka kejadian angin kencang di tempat jauh.

- Jika satu sampai tiga hari berturut-turut tidak ada hujan pada musim pancaroba, maka ada indikasi potensi hujan lebat yang pertama kali turun diikuti angin kencang, baik masuk kategori puting beliung maupun yang tidak.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini