nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dipangkas DPRD, Anggaran Revitalisasi Trotoar Jakarta Jadi Rp1 Triliun

Fadel Prayoga, Jurnalis · Rabu 13 November 2019 05:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 13 338 2129094 dipangkas-dprd-anggaran-revitalisasi-trotoar-jakarta-jadi-rp1-triliun-bQSJJB1eac.jpg Trotoar di jalanan Ibu Kota. (Foto: @DKIJakarta)

JAKARTA – Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho mengatakan anggaran revitalisasi trotoar sebesar Rp1,2 triliun pada 2020 dipangkas sebanyak Rp204 miliar oleh DPRD DKI. Hal itu diputuskan bersama dalam rapat pembahasan kebijakan umum anggaran-plafon prioritas anggaran sementara (KUA-PPAS) dengan Komisi D.

"Karena diminta efisiensi, anggaran dikurangi, sehingga pembangunan trotoar menjadi sekitar Rp1 triliun," kata Hari di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kebon Sirih, Selasa 12 November 2019.

Baca juga: 2 Tahun Kepemimpinan Anies Baswedan, Pemprov DKI Lakukan Revitalisasi Trotoar Sepanjang 134 KM 

Ia menjelaskan, akibat pemotongan anggaran itu membuat rencana revitalisasi trotoar tiga ruas yakni Jalan Letjen Suprapto dan Jalan Kebon Sirih yang masuk pengerjaan paket I serta Jalan Balap Sepeda di paket II menjadi tertunda.

"Karena anggaran kita efisiensi, sehingga paket I dikurangi sekitar Rp150 miliar. Kemudian kalau paket II dikurangi Rp50 miliar. Pengerjaan di jalan itu kita hold dulu," ujarnya.

Baca juga: Anies: Yang Bikin Macet Jakarta Mobil dan Motor, Bukan Revitalisasi Trotoar 

Hari memilih penundaan pembangunan trotoar di jalan-jalan tersebut karena tahun depan ada pembangunan lintas rel terpadu (LRT) yang melewati wilayah itu.

Dia mengungkapkan, pemangkasan tersebut juga membuat target panjang perbaikan trotoar mengalami penurunan. Awalnya 103 kilometer, kini menjadi 95 km.

Sebelumnya DPRD DKI menganggap pengajuan anggaran revitalisasi trotoar di Jakarta pada 2020 sebesar Rp1,2 triliun yang diusulkan Dinas Bina Marga terlalu besar.

Baca juga: Penebangan Pohon Besar di Kawasan Cikini Diprotes DPRD DKI 

Mengingat, anggaran revitalisasi trotoar sendiri memakan porsi 35 persen dari total rencana kerja Dinas Bina Marga. Padahal saat ini pemerintah sedang mengalami deficit sehingga memerlukan efisiensi anggaran sana-sini.

"Ini anggaran yang memang lumayan banyak. Sedangkan di Dinas itu anggaran totalnya hanya Rp3 triliun sekian. Berarti kalau digabung sama sudin berarti kan luar biasa banyak," kata Ketua Komisi D DPRD Jakarta Ida Mahmudah beberapa waktu lalu.

Baca juga: Revitalisasi Trotoar di Jakarta Fokus di Enam Titik 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini