nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Warga Bekasi Tertipu Arisan Online dan Investasi Tanpa Riba

Wijayakusuma, Jurnalis · Kamis 14 November 2019 04:05 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 14 338 2129597 warga-bekasi-tertipu-arisan-online-dan-investasi-tanpa-riba-O3BdI54LoU.jpg Korban penipuan arisan online melapor ke polisi. (Foto: Okezone.com/Wijayakusuma)

BEKASI - Seorang wanita melaporkan kasus dugaan penipuan arisan online dan investasi tanpa riba yang dialaminya ke Polres Metro Bekasi Kota. Korban, Elsa (26), mengaku tertipu belasan juta dari arisan online yang dikelola Rahmi Fitriya, warga Payakumbuh, Sumatera Barat.

Ikhwal keikutsertaan korban di arisan online bermula pada 2017. Arisan online yang memiliki sekitar 2.000 peserta itu diketahuinya lewat Facebook. Tertarik dengan sistem arisan, korban pun memutuskan untuk bergabung di akhir 2017.

"Arisannya itu macam-macam, ada yang arisan uang, mobil tanpa riba, motor tanpa riba, rumah tanpa riba, dan uang tanpa riba. Ini enggak seperti umumnya dengan administrasi potongan, denda, kalau ini tidak. Meski terlambat sampai seminggu, kita enggak pake denda dan enggak ada potongan. Jadi tertariknya itu, tanpa riba," kata Elsa di hadapan awak media, Rabu (13/11/2019).

Menurutnya, setiap anggota akan mengirim bukti setoran arisan yang ditransfer per bulan ke grup WhatsApp. Namun, ia merasa janggal lantaran tak pernah sekali pun admin mengupdate jumlah setoran arisan yang telah ditransfer anggota.

"Enggak ada (update) dan dia enggak mencatat. Sampai sekarang kalau kita tanya, (jawabannya) masih ngerekap. Jadi ini orang enggak punya catatan data uang yang masuk, hanya terima-terima. Program yang banyak jadi dicampur aduk uangnya," ungkapnya.

Ilustrasi.

Saat pertama kali bergabung, korban mengikuti arisan dengan nominal pendapatan Rp10 juta. Karena lancar, ia pun kembali ikut dengan nominal Rp75 juta pada September 2018.

"Saya ikut yang Rp2,5 juta per bulan, dapatnya Rp75 juta. Kalau mau (dapat) nomor 1-10 ada syaratnya, harus bawa 5 member baru yang mau mengisi 11 ke bawah. Saya bawa member dari saudara-saudara saya di Bukit Tinggi. Dia jadi korban, teman saya juga jadi korban," ujarnya.

Korban yang tercatat mendapat arisan di bulan Maret 2019, tak kunjung menerima uang. Sejak saat itu ia pun mulai berhenti membayar iuran arisan, yang juga diikuti oleh anggota lainnya.

"Ada yang (rugi) Rp93 juta, Rp157 juta. (Kalau) saya Rp18,2 juta, dia enggak mau tanggung jawab. Akhirnya saya minta daftar member yang sudah terima arisan sesudah dan sebelum saya," kata dia.

"Saya datangi semua member yang sudah dapat, minta hak saya sama mereka. Saya sita barang si Rahmi, baju-baju dia seharga Rp2 juta lebih, biar saya jual lagi," ucapnya.

Kasus kini sedang dalam penyelidikan aparat kepolisian. Sementara pelaku diduga meraup keuntungan hingga ratusan juta rupiah.

"Masih didalami," singkat Kasubbag Humas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing Andari.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini