nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

DPRD DKI Pertanyakan Progres Renovasi Taman Ismail Marzuki

Fadel Prayoga, Jurnalis · Kamis 14 November 2019 22:11 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 14 338 2130048 dprd-dki-pertanyakan-progres-renovasi-taman-ismail-marzuki-HJTUyIwwh6.jpg Bioskop Taman Ismail Marzuki (Foto: Okezone)

JAKARTA - Wakil Ketua DPRD DKI, Mohamad Taufik mempertanyakan progres renovasi Taman Ismail Marzuki (TIM) yang ditangani oleh PT Jakarta Properindo (Jakpro). Dirinya mendapatkan laporan bila pembangunan hingga kini belum berjalan karena masih ada proses perizinan yang belum bisa dilengkapi.

Ia mengaku, kecewa dengan kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI itu karena tidak cakap merencanakan pembangunan.

"Saya akan minta dilakukan evaluasi pada Jakpro kenapa itu bisa tak berjalan,’’ kata Taufik di DPRD DKI, Jakarta Pusat, Kamis (14/11/2019).

Politikus Partai Gerindra itu menjelaskan, Pemprov DKI menggelontorkan anggaran Rp 1,8 triliun untuk revitalisasi TIM melalui Penyertaan Modal Daerah (PMD). Namun, hasilnya mengecewakan karena hingga sekarang hanya paku bumi dan alat berat terpakir di bangunan sejarah tersebut.

Dia meminta, pembangunan hotel di kompleks TIM dibatalkan, karena menghambat proses revitalisasi. Sebab, ini menyimpang dari prinsip-prinsip awal yang menjadikan TIM sebagai pusat kesenian di ibu kota.

’’Saya minta pembangunan hotel diurungkan. Kalau, pembangunan tak berjalan maka uang akan mengendap. Itu anggaran di tari di mana. Kan jadi tak bermanfaat untuk warga Jakarta,’’ beber dia.

Padahal, dia menjelaskan, Juni 2019 sudah masuk tahap groundbreaking namun hingga sekaran belum dilakukan pembangunan. TIM hanya dijadikan parkir alat berat dan gali-galian batu.

Rencana awal, revitalisasi ini mencakup pembongkaran Galeri Cipta yang meliputi bioskop XXI, masjid, dan Pos Pemadam Kebakaran. Sementara cakupan yang akan di-upgrade, antara lain Planetarium serta Galeri Graha Bhakti. Sedangkan Teater Besar dan bangunan-bangunan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) tidak akan terkena revitalisasi yang peletakan batu pertamanya akan dilakukan pada Juni mendatang.

Dia mengaku, tidak akan menyetujui permintaan PMD Jakpro jika belum ada kejelasan proses pembangunan TIM. Taufik menegaskan, bagaimana tidak kecewa dengan Jakpro, anggaran Rp 1,8 Triliun dan pelaksanannya ditugaskan kepada perusahaan plat merah tersebut progresnya mengecewakan.

’’Ini perencanaan buruk. Jadi mundur. Kalau, seperti ini sulit berikan PMD untuk Jakpro. Lihat saja lah, nanti pas pembahasan Banggar,’’ kata dia.

Sementara itu, ketika Okezone ingin meminta tanggapan terkait pernyataan Taufik itu kepada Corporate Secterary PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Hani Sumarno, pesan singkat yang dilayangkan wartawan tak kunjung dibalas hingga berita ini dipublikasikan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini