nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Nekat Melintas di JPO, Pengendara Skuter Listrik Akan Didenda Rp500 Ribu

Fadel Prayoga, Jurnalis · Jum'at 15 November 2019 08:51 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 15 338 2130128 nekat-melintas-di-jpo-pengendara-skuter-listrik-akan-didenda-rp500-ribu-ConnPH4mtl.jpg Pengendara skuter listrik di jalanan DKI Jakarta. (Foto: Dok Okezone/Heru Haryono)

JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melarang pengemudi skuter listrik melintas di atas jembatan penyeberangan orang (JPO). Apabila masih ada yang nekat, maka akan dikenakan denda sebesar Rp500 ribu.

Denda itu berdasarkan Pasal 284 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ).

Baca juga: Kecelakaan Berujung Maut, Polda Metro Godok Aturan Skuter Listrik 

Dalam pasal tersebut dijelaskan bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor dengan tidak mengutamakan keselamatan pejalan kaki atau pesepeda, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 Ayat (2), dipidana dengan kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp500 ribu.

Skuter listrik Grabwheels. (Foto: Instagram/@cekjakarta)

Skuter listrik Grabwheels. (Foto: Instagram/@cekjakarta).

"Kita mengacu ke UU 22/2009 Pasal 284. Di sana menyebutkan bahwa pengendara kendaran bermotor yang mengabadikan keselamatan pejalan kaki, otomatis diancam pidana kurungan maksimal dua bulan, dan denda maksimal Rp500 ribu," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo, Jumat (15/11/2019).

Baca juga: Dishub DKI Hentikan Sementara Penggunaan Skuter Listrik di Jalan Raya 

Ia menyatakan telah menyampaikan pelarangan ini kepada perusahaan Grab selaku penyedia sewa skuter listrik.

"Kita berikan ruang lebih kepada pejalan kaki dengan melarang e-scooter di trotoar dan JPO," kata Syafrin.

Meski demikian, lanjut dia, jika ada masyarakat yang membawa skuter listrik dan ingin melewati JPO atau trotoar maka harus dituntun. Aturannya adalah tidak memperbolehkan menyalakan dan mengoperasikannya.

"Tapi kalau di sana mereka ditenteng saja tidak dikendarai tidak masalah," jelasnya.

Baca juga: Dishub DKI Minta Otopet Listrik Dilengkapi Alat Sensor agar Tak Sembarangan Lewati JPO 

Belakangan kendaraan skuter listrik menjadi sorotan karena beberapa orang tertangkap menggunakannya di atas JPO. Akibatnya, 62 panel di tiga JPO DKI Jakarta menjadi rusak.

Skuter Listrik Grabwheels (foto: Instagram/@antoniuz21)

Skuter listrik Grabwheels. (Foto: Instagram/@antoniuz21)

Kemudian ada kasus dua orang tewas ditabrak mobil sedan saat mengendarai Grabwheel pada Minggu 14 November 2019 sekira pukul 03.45 WIB.

Baca juga: Menhub Dorong Pemprov DKI Terbitkan Aturan Penggunaan Skuter Listrik 

Meski pelaku penabrakan telah ditetapkan sebagai tersangka, banyak juga pihak yang menyoroti regulasi Grabwheels yang digunakan para korban tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini