nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tak Terima Diberitakan Melancong ke China, Lurah di Bekasi Ancam Wartawan

Wijayakusuma, Jurnalis · Sabtu 16 November 2019 02:37 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 16 338 2130585 tak-terima-diberitakan-melancong-ke-china-lurah-di-bekasi-ancam-wartawan-AzhE6XhBVI.jpg Ilustrasi Kekerasan Terhadap Wartawan (Foto: Okezone)

BEKASI - Kasus intimidasi terhadap wartawan masih terus terjadi. Seorang pewarta media online nasional dikabarkan mendapat ancaman dari Lurah Pekayon Jaya terkait pemberitaan dirinya. Berita tersebut memuat dugaan keikutsertaan sang lurah bersama rombongan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi saat melancong ke China.

Berita tersebut menyinggung kapasitas lurah ikut dalam rombongan Wali Kota Bekasi yang disebut-sebut dalam rangka kunjungan kerja terkait masalah lingkungan hidup. Sebelum berita tersebut naik ke publik, sang penulis, Yudhi mengaku sempat menanyakan perihal dugaan keikutsertaan Lurah Pekayon Jaya, namun tak digubris.

Baca Juga: Polisi Periksa Kepala Bappenda Bekasi Terkait Surat Tugas Ormas Jaga Parkir 

"Saya buat berita itu, Rabu 13 Oktober 2019. Dan sebelumnya saya coba mengonfirmasi yang bersangkutan (lurah) lewat WhatsApp dengan pertanyaan terkait keikutsertaannya ke China, tapi satupun tak dijawab. Baru tanggal 15 Oktober itu dia respons," kata Yudhi kepada Okezone, Jumat (15/11/2019).

Ilustrasi (foto: Okezone) 

Namun respon Lurah Pekayon rupanya tak disangka-sangka Yudhi. Ia melontarkan beberapa kalimat yang seolah bernada mengancam, lantaran tak terima dengan pemberitaan dirinya tersebut.

"Ada salah satu balasan lurah Pekayon yang bilang 'saya sikat', itu kan jelas bentuk intimidasi terhadap wartawan. Padahal kita bekerja sesuai UU Nomor 40 tahun 1999 tentang kebebasan Pers. Ini saya malah diancam saat konfirmasi sesuai UU Keterbukaan Informasi Publik itu, landasan kita mencoba konfirmasi yang bersangkutan," ungkapnya.

Yudhi sangat menyayangkan sikap sang lurah yang notabene sebagai pelayan masyarakat, namun minim kritik dan transparansi kepada publik terkait kinerjanya.

Baca Juga: Polisi Kerahkan Tim Khusus Dalami Ormas yang Minta Jatah Parkir di Bekasi 

"Ini bentuk ketidakprofesionalan dan arogansi para pejabat yang anti kritik, sehingga timbul pengancaman terhadap wartawan. Awalnya saya mencoba memahami dan membawa diam. Harusnya dia meminta Dewan Pers untuk memberikan hak jawab, bukan ancaman terhadap wartawan," tegasnya.

Ia pun berencana melaporkan masalah ini ke pihak kepolisian dalam waktu dekat.

"Sekitar Senin atau Selasa," tutupnya.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini