nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Longsor di Proyek Double Track KRL Bogor-Sukabumi, 2 Pekerja Tewas

Sabtu 16 November 2019 14:20 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 16 338 2130713 longsor-di-proyek-double-track-krl-bogor-sukabumi-2-pekerja-tewas-1gfMgy6Y7M.jpg Ilustrasi proyek KRL. (Foto: Dok Okezone)

BOGOR – Kecelakaan kerja terjadi dalam pengerjaan proyek double track kereta rel listrik (KRL) Bogor–Sukabumi di Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu 16 November 2019 pagi. Empat pekerja tertimbun longsor saat pengecoran dinding penyangga dan menyebabkan dua di antaranya tewas.

Kapolres Bogor AKBP M Joni mengatakan peristiwa longsor terjadi sekira pukul 07.00 WIB saat sedang dilakukan pengerjaan proyek. Kemudian polisi menerima laporan pukul 07.30 WIB dan langsung meluncur ke tempat kejadian perkara.

Bersama pekerja lain di lokasi, petugas menyelamatkan empat pekerja yang tertimbun longsoran tanah.

"Kami bersama pekerja proyek berupaya mengevakuasi korban, bahkan sempat menggunakan alat berat. Dua dari empat korban dapat dievakuasi dalam kondisi hidup dan dua meninggal," ujar dia, Sabtu (16/11/2019), seperti dikutip dari iNews.id.

Ia menerangkan, kecelakaan kerja ini terjadi saat para pekerja mengecor dinding penyangga. Ketika itu tiba-tiba tanah longsor dan menimbun mereka.

"Jadi ada dua pekerja dalam besi penyangga yang akan dicor dan dua lagi di luar. Saat tanahnya longsor, dua yang di luar ini kondisinya dapat diselamatkan. Korban meninggal itu pekerja yang ada di dalam besi penyangga saat proses pengecoran," paparnya.

Petugas di lapangan saat ini fokus melakukan evakuasi dan pemulihan korban. Selain itu juga telah dipasang garis polisi di area longsor untuk kepentingan penyelidikan.

"Untuk penyebabnya masih ada diselidiki. Dugaan awal longsor ini mengakibatkan konstruksi besi untuk dicor jatuh, namun akan didalami lagi," ucapnya.

Kini dua korban tewas sudah dibawa ke rumah duka di Sukabumi. Sementara korban luka dibawa ke rumah sakit terdekat.

Guna mengantisipasi hal-hal terburuk lainnya, polisi melarang warga atau pekerja lain untuk mendekati TKP kejadian.

"Saat ini TKP dalam status quo, tidak boleh ada yang masuk ke lokasi untuk mencegah jika terjadi longsor susulan. Kami juga imbau warga sekitar untuk hati-hati selama proyek berlangsung," tuturnya. 

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini