nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Motif Penebar Teror Air Keras di Jakbar Akhirnya Terungkap

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Sabtu 16 November 2019 17:15 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 16 338 2130749 motif-penebar-teror-air-keras-di-jakbar-akhirnya-terungkap-c01tkGwsql.jpg Ilustrasi Penganiayaan (Foto: Okezone)

JAKARTA - Polda Metro Jaya menetapkan pemuda kelahiran 1990 berinisial FY sebagai tersangka kasus dugaan penyiraman air keras di daerah Jakarta Barat (Jakbar). FY merupakan seorang tukang service Air Conditioner (AC).

Psikolog Forensik, Kasandra Putranto mengungkap dugaan motif penebaran teror air keras di Jakbar. Menurut Kasandra, FY tega menyiram air keras para korban karena diduga frustasi.

Hal itu terungkap berdasarkan pemeriksaan kejiwaan yang dilakukan oleh tim forensik sejak pagi tadi. Dari hasil pemeriksaan, FY ingin orang lain merasakan kesulitan yang pernah dirasakan.

"Memiliki perasaan frustasi atas kejadian yang pernah dialami sebelumnya. Dia pernah jatuh dari lantai tiga dan mengalami kesulitan pengobatan. Sehingga dia melampiaskan dengan itu. Dengan harapan orang lain bisa merasakan apa yang dia rasakan," kata Kasandra di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (16/11/2019).

Air Keras
(Foto: Ilustrasi Air Keras)

Baca Juga: Polisi Sebut Terduga Pelaku yang Ditangkap Dalang Semua Teror Air Keras di Jakbar

Kasandra menuturkan, observasi kejiawaan masih terus dilakukan kepada tersangka FY. Namun, dalam observasi awal dipastikan tersangka tidak mengalami gangguan kejiwaan saat menjalankan aksinya.

"Hasil yang diperoleh belum lengkap. Setidaknya (tersangka) bisa mempertanggung jawabkan perbuatannya, artinya sadar. Tidak ditemukan delusi atau halusinasi," jelasnya.

FY diduga melakukan penyiraman di tiga lokasi daerah Jakarta Barat. Lokasi pertama yakni di belakang rumah makan Puas, Jalan Raya Kebon Jeruk. Peristiwa itu terjadi pada Selasa, 5 November 2019 sekira pukul 16.30 WIB.

Akibat kejadian tersebut, dua siswi pelajar SMP yakni Aurelia Estinov dan Prameswari menjadi korban. Aurelia mengalami luka bakar di bagian bahu, tangan, dan badan. Sedangkan Prameswari, mengalami luka di bagian tangan.

Lokasi kejadian kedua di Jalan Taman Aries Utama RT 004 RW 006, Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat, pada Jumat, 8 November 2019. Kejadian tersebut mengakibatkan korban luka seorang penjual sayur keliling, Sakinah alias Enah (56). 

Peristiwa ketiga yang dilancarkan FY yakni di ‎Gang Mawar, Srengseng, Jakarta Barat, pada Jumat, 15 November 2019. Akibat kejadian tersebut enam orang pelajar SMP menjadi korban. 

Atas perbuatannya, FY diancam melanggar tindak pidana penganiayan terhadap perempuan yang dimaksud Pasal 80 ayat (2) Juncto Pasal 76C Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 dan atau Pasal 321 ayat (2) KUHP.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini