nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

2 Pekerja Tewas, Proyek Rel Ganda Bogor-Sukabumi Dihentikan Sementara

Putra Ramadhani Astyawan, Jurnalis · Minggu 17 November 2019 08:58 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 17 338 2130876 2-pekerja-tewas-proyek-rel-ganda-bogor-sukabumi-dihentikan-sementara-mtEezGKEdm.jpg Longsor terjadi di lokasi proyek rel ganda Bogor-Sukabumi (Foto : Istimewa)

BOGOR - Pengerjaan proyek rel ganda atau double track Bogor-Sukabumi dihentikan sementara. Hal itu menyusul longsornya dinding penahan tanah yang menewaskan dua pekerjanya pada Sabtu 16 November 2019.

"Pekerjaan pembangunan jalur baru dihentikan sementara," kata Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Barat Ditjen Perekeretaapian Achyar Pasaribu, dalam siaran pers yang diterima, Minggu(17/11/2019).

Ilustrasi

Meski demikian, Achyar memastikan bahwa longsor tersebut tidak merusak prasarana kereta api di lokasi. Sehingga, jadwal perjalanan KA Pangrango relasi Bogor-Sukabumi maupun sebaliknya tidak terganggu.

"Petugas masih menutup lokasi kejadian. Longsoran tidak menutup jalur operasional, perjalanan kereta tidak terganggu dan aman terkendali," tambahnya.

Achyar menjelaskan, longsor tersebut terjadi saat 8 pekerja tengah melakukan pekerjaan pemasangan bekisting Dinding Penahan Tanah (DPT). Namun, tiba-tiba tanah di belakang area DPT yang sedang dikerjakan itu runtuh dan menimpa mereka.

Akibat kejadian tersebut, dua orang atas nama Hanapi (30) dan Wisnu (34) meninggal dunia di lokasi. Sementara, tiga pekerja lainnya Sukardi (44) Sarpan (34) dan Parjo (47) mengalami luka-luka.

"Dua orang meninggal, 2 orang perawatan RSUD Ciawi, dan 1 orang sudah diizinkan pulang," jelasnya.

Baca Juga : Longsor di Proyek Double Track KRL Bogor-Sukabumi, 2 Pekerja Tewas

Saat ini, pihaknya terus berkoordinasi dengan Polsek, Puskesmas, dan rumah sakit untuk penanganan korban yang membutuhkan tindakan perawatan.

"Kami menyampaikan duka dan bela sungkawa kepada para korban juga pada keluarga. Saat ini perwakilan Balai dan kontraktor masih mengawal musibah ini dan biaya pemakaman korban yang meninggal dunia akan ditanggung," jelasnya. (aky)

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini