nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polemik Status Tersangka Mahasiswi UIN yang Tewas Terlindas Truk

Hambali, Jurnalis · Minggu 17 November 2019 13:47 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 17 338 2130917 polemik-status-tersangka-mahasiswi-uin-yang-tewas-terlindas-truk-Npva4gdDSx.jpg Ilustrasi (Dok. Okezone)

TANGERANG SELATAN - Kecelakaan lalu lintas di Jalan Graha Raya Bintaro, Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel), pada 14 Oktober 2019 lalu memunculkan polemik di tengah masyarakat. Hal itu disebabkan, pernyatan petugas yang menyebut jika korban meninggal bernama Niswatul Umma (19) sebagai tersangka.

Korban merupakan mahasiswi UIN Jakarta. Dia tewas saat sepeda motornya merek Honda Scoopy bernomor polisi B 6274 VNM terjatuh di lokasi. Secara bersamaan, melintas truk tanah di sisi lajur kanan hingga melindas dan menyeret tubuhnya sejauh 14 meter.

Belum bisa dipastikan bagaimana kronologi yang menyebabkan mahasiswi Fakultas Syariah dan Hukum itu terjatuh dari sepeda motor. Tak ada Close Circuid Television (CCTV) di lokasi kejadian. Bahkan bisa dibilang, jalan di tempat kejadian perkara termasuk kawasan sepi.

Keluarga korban mahsiswi UIN yang tewas terlindas truk (Foto : Okezone.com/Hambali)

Petugas kepolisian menyimpulkan, jika korban terjatuh usai sepeda motornya menabrak bagian belakang truk tanah yang terparkir di lajur kiri jalan. Disebutkan, dia hendak mendahului truk tanah merek Hino bernopol B 9569 CQA yang melintas di lajur kanan, satu jalur yang sama.

Namun karena gagal menyalip, sepeda motor korban justru menabrak bagian belakang truk tanah lainnya yang tengah terparkir. Lantas Niswatul terjatuh ke sisi kanan, hingga terlindas roda truk tanah bertonase besar yang dikemudikan Madrais.

Sempat kabur dari lokasi, Madrais akhirnya menyerahkan diri ke Mapolres Tangsel dengan didampingi perusahaan tempatnya bekerja. Dia sempat diamankan, namun akhirnya dilepas dengan alasan tak cukup bukti menjeratnya sebagai tersangka.

Baca Juga : Ma'ruf Amin Minta Ceramah di Rumah Ibadah Hindari Narasi Permusuhan

Baca Juga : Polisi Sebut Mahasiswi UIN Jakarta Tewas Terlindas Truk sebagai Tersangka

Sedangkan status korban, justru berubah menjadi tersangka. Niswatul disimpulkan bersalah karena lalai saat berkendara. Publik pun mencurigai, bebasnya sopir truk karena ada campur tangan pihak lain terkait pengerjaan proyek pengerukan tanah oleh pengembang besar, tak jauh dari lokasi.

"Apapun dalam sebuah kecelakaan, orang yang meninggal adalah korban. Termasuk ketika menabrak truk yang parkir, dan semestinya polisi tidak terburu-buru menetapkan korban sebagai tersangka," terang Boyamin Saiman, Pengamat hukum, saat dikonfirmasi menanggapi kasus tersebut, Minggu (17/11/2019).

Senada dengan itu, Dosen Hukum Universitas Pamulang, Suhendar, membeberkan, jika dalam ajaran hukum pidana hak menuntut negara menjadi gugur karena tertuduh meninggal dunia, sebagaimana diatur dalam Pasal 77 KUHP. Oleh karenanya, kata dia, menjadikan almarhumah tersangka bertentangan dengan hukum.

"Pernyataan tersangka kepada korban yang terlindas truk adalah tidak mendasar, serta bertendensi ada kepentingan melindungi pihak tertentu," jelas Suhendar dihubungi terpisah.

Menurut Suhendar, sangat aneh ketika ketentuan hukum sendiri menghapus status itu karena tertuduh meninggal dunia, lalu sebaliknya justru polisi menyebut almarhumah sebagai tersangka dan melepas sopir truk tanpa jeratan hukum.

"Pengemudi truk jelas telah melakukan perbuatan melawan hukum, yaitu memuat melebihi kapasitas tonase jalan dan mengoperasikan truk pada jalan yang tidak peruntukkannya. Belum lagi, apakah truk tersebut memenuhi kriteria layak jalan, didukung legalitas lengkap, dan sebagainya?," ungkapnya.

"Oleh karenanya, menghentikan kasus ini serta tidak menuntut pertanggungjawaban pidana kepada pengemudi truk sangat aneh. Sebab melalui pengemudi itu akan terungkap, apakah atas inisiatif pengemudi pribadi atau atas perintah perusahaan atau korporasi," imbuh Suhendar.

Sementara itu, Kasatlantas Polres Tangsel AKP Bayu Marfiando, tetap meyakini hasil penyelidikan jajarannya. Di mana disebutkan, korban lalai dalam berkendara dan sopir truk dilepas lantaran tak cukup bukti untuk menjeratnya sebagai tersangka.

"Jadi korban ini karena kelalaiannya lah yang menyebabkan dia meninggal dunia. Karena sudah dijelaskan di kronologisnya, korban ini akan menyalip, namun selahnya tidak dapat, akhirnya terseret kendaraan truk," jelasnya.

Bahkan sebelumnya, Kanit Laka Lantas Polres Tangsel Iptu Dhady Arsya, memastikan bahwa kasus kecelakaan itu telah dihentikan. Korban meninggal Niswatul Umma disebut sebagai tersangka berdasarkan penyelidikan, keterangan saksi, dan gelar perkara.

"Kemudian kita lakukan penyelidikan mendalam, kita periksa saksi-saksi, kita gelar perkara juga di TKP. Sehingga sebenarnya korban ini yang tersangka, karena tak fokus hingga kendaraannya menabrak truk yang terparkir," ujar Dhady.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini