nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Massa Rusak Portal Bantaran Sungai Turi Tangerang

Hambali, Jurnalis · Senin 18 November 2019 04:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 17 338 2131055 massa-rusak-portal-bantaran-sungai-turi-tangerang-o6HM2k8x19.jpg Foto: Okezone.com/Hambali

TANGERANG - Portal dan barrier yang berada di jalan Sungai Turi, Desa Laksana, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang dibongkar paksa oleh sekira seratusan massa. Padahal portal itu sengaja dipasang untuk mengembalikan sebagaimana fungsinya.

Dalam putusan inkrah Pengadilan Negeri (PN) Tangerang ditetapkan, jika lahan di bantaran Sungai Turi merupakan aset Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang. Sebagaimana tertuang pada putusan Nomor 2506/Pidsus/2018. Lalu dipasanglah portal dan barrier guna menjaga pengelolaannya.

Portal dan barrier itu dibuat oleh Dit. Reskrimsus Polda Metro Jaya terkait laporan Pemkab Tangerang yang akan melakukan pengawasan di bantaran sungai tersebut. Namun upaya itu kini dijegal, ratusan massa yang diduga berasal dari warga dan oknum wartawan membongkar paksa dan merusaknya.

Aksi anarkis massa itu tak bisa diredam oleh aparat kepolisian dan TNI yang berada di lokasi, Sabtu 16 November 2019. Mereka secara beringas tetap membongkar portal yang ada. Meski begitu, kini pihak kepolisian telah mengantongi identitas para pelaku dan dalang utamanya.

 Portal

Kapolsek Pakuhaji AKP M. Isa Ansori membenarkan adanya pembongkaran portal dan barrier di jalan tersebut. Disebutkan, pelakunya adalah oknum yang mengatasnamakan masyarakat dan salah satu kelompok wartawan di Banten.

"Iya, dibongkar oleh masyarakat yang didampingi oleh orang yang mengaku komunitas wartawan Banten," katanya dikonfirmasi, Minggu (17/11/2019).

Dilanjutkan Kapolsek, pihaknya tidak pernah menerima informasi dari siapapun atas adanya aksi pembongkaran portal dan barrier di bantaran sungai turi yang status hukumnya telah inkrah.

"Yang jelas ini tidak ada pemberitahuan ke Polsek, ke Camat dan Kepala Desa. Tidak ada pemberitahuan, tahu-tahu kita sampai ternyata sudah dibongkar," imbuhnya.

Pihak kepolisian sendiri akan menggali informasi terkait otak pelaku dibalik pembongkaran portal tersebut. "Sudah pasti akan ada penyelidikan. Yang melakukan pembongkaran sudah kami data dan akan dilakukan pendalaman," tegasnya.

Sementara itu, Penjabat sementara (Pjs) Kepala Desa Laksana, Faisal, mengatakan, pihaknya tidak menerima laporan ihwal adanya pembongkaran portal dan barrier di Jalan Sungai Turi itu. Langkah yang ditempuh berikutnya adalah menunggu hasil koordinasi dengan Pemkab Tangerang.

"Karena tidak ada pemberitahuan, dan ini kan masih dalam pengawasan Pemkab," ujarnya dihubungi terpisah.

Hingga saat ini, belum diketahui motif dan alasan para pelaku membongkar portal dan barrier itu. Diduga, hal tersebut berkaitan dengan sengketa kepemilikan yang berlanjut ke pengadilan.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini