nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Bongkar Pabrik Handphone Rekondisi di Tangerang

Isty Maulidya, Jurnalis · Senin 18 November 2019 02:28 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 18 338 2131074 polisi-bongkar-pabrik-handphone-rekondisi-di-tangerang-A8b0Ojmjbk.jpg Polresta Tangerang saat jumpa perihal penggerebekan HP rekondisi (foto: Okezone.com/Isty)

TANGERANG - Sindikat penjualan handphone rekondisi di Tangerang kembali terungkap. Polresta Tangerang menggeledah pabrik perakitan handphone di Ruko Grand Boulevard Blok E, Panongan, Kabupaten Tangerang, Minggu 17 November 2019. Dari hasil penggeledahan tersebut, polisi menangkap dua orang pelaku berinisial R dan WS yang merupakan pengelola pabrik.

Kapolresta Tangerang AKBP Ade Ary Syam mengatakan, para pelaku mendapatkan bahan baku berupa handphone rusak dari Singapura secara ilegal. Handphone tersebut kemudian dirakit ulang dan dikemas seperti produk baru.

"Barang itu dikirim dari luar negeri secara ilegal. Kemudian mereka rakit ulang dan dijual dengan harga murah" ujar Ade Ary kepada wartawan.

 Penangkapan

Berdasarkan hasil penggeledahan, pabrik tersebut khusus memproduksi handphone merk Iphone dari berbagai tipe. Dalam satu hari produksi, pabrik tersebut mampu menghasilkan 50 sampai 100 unit dan dijual, dengan kisaran harga mulai dari Rp4 juta hingga Rp8 juta per-unit. Handphone rakitan tersebut kemudian dipasarkan lewat situs belanja online ataupun website penjualan handphone.

"Ada sekitar 1.697 unit yang diamankan. Omset yang mereka dapat ini cukup besar dengan Rp150 juta per bulan. Pemasarannya mereka ini lewat toko online" kata Ade Ary.

Sementara, kedua tersangka saat ini diamankan di Mapolresta Tangerang yang nantinya akan dikenakan pasal pasal berlapis, di antaranya Pasal 62 dan Pasal 8 Undang-Undang Perlindungan Konsumen.

Kemudian Pasal 104 dan 106 Undang-Undang Perdagangan, Pasal 120 Undang-Undang Perindustrian serta Pasal 52 Undang-Undang Telekomunikasi dengan ancaman hukuman untuk para tersangka di atas 5 tahun penjara.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini