nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wali Kota Jakut: Tak Ada Kericuhan saat Pembongkaran 25 Lapak di Kawasan Sunter Jaya

Fadel Prayoga, Jurnalis · Senin 18 November 2019 15:19 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 18 338 2131287 wali-kota-jakut-tak-ada-kericuhan-saat-pembongkaran-25-lapak-di-kawasan-sunter-jaya-btvFd1VF9v.jpg Pembongkaran 25 Lapak di Kawasan Sunter Jaya, Jakarta Utara (foto: Ist)

JAKARTA - Wali Kota Jakarta Utara (Jakut) Sigit Widjatmoko membantah kabar adanya kericuhan saat pihaknya melakukan pembongkaran 25 lapak pengepul barang bekas, pada Sabtu 16 November 2019 lalu. Menurut dia, proses penggusuran itu berjalan damai tanpa adanya keributan.

"Enggak lah. Enggak ada (kericuhan). Sampai saat ini pun damai," ujar Sigit kepada wartawan, Senin (18/11/2019).

Baca Juga: Antisipasi Banjir, Pemprov DKI Bongkar 25 Lapak di Kawasan Sunter

Ilustrasi (foto: Okezone) 

Dia mengaku sudah melakukan komunikasi dan sosialisasi dengan warga di sana sejak dua bulan yang lalu. "Sudah dikomunikasikan lebih dari dua bulan dan itu sepengetahuan mereka. Untuk penataan dan pembongkaran itu, diberikan kesempatan kepada mereka," ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya pun telah memberikan penawaran ke mereka untuk direlokasi ke Rusun Marunda, Jakarta Utara. Namun sayangnya mereka menolak dan memilih kembali ke tempat asalnya.

"Mereka pada umumnya kembali ke tempat tinggal ada di Penggilingan, ada di daerah Kebon Bawang. ada ke Tanah Abang. Karena memang bukan tempat tinggal di sana. sebagai ruang usaha," kata dia.

Seperti diketahui, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membongkar 25 lapak pengepul barang bekas yang berlokasi di kawasan Sunter Jaya, Jakarta Utara. Pelaksanaan penataan itu telah melalui proses sosialisasi sejak 18 September 2019 lalu.

Baca Juga: Cegah Banjir saat Musim Hujan, Pemprov DKI Siapkan Langkah Antisipasi 

Wakil Wali Kota Jakarta Utara, Ali Maulana Hakim mengatakan, penataan pengembalian fungsi saluran yang terintegrasi dengan Danau Sunter Selatan itu sebagai solusi dalam menangani bencana banjir ketika musim hujan dan menciptakan ruang tata kelola yang lebih baik.

"Dampaknya, saluran tidak terkoneksi karena tertutup bangunan. Selama ini kawasan Sunter seperti di Gaya Motor, Agung Karya dan Sunter Utara kerap tergenang," kata dia dalam keterangan tertulis, Sabtu 16 November 2019.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini