nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PKS Singgung Keikhlasan Gerindra Soal Wagub DKI

Fadel Prayoga, Jurnalis · Selasa 19 November 2019 01:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 18 338 2131500 pks-singgung-keikhlasan-gerindra-soal-wagub-dki-RdZqEfyWm1.jpg Foto Ilustrasi Okezone

JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyinggung keikhlasan Partai Gerindra ihwal pemberian kursi DKI-2 kepada pihaknya. Pasalnya, setahun yang lalu partai pimpinan Prabowo Subianto itu telah ikhlas menyerahkan jatah pengganti Sandiaga Uno kepada PKS.

Seperti diketahui, Gerindra secara mendadak mengirimkan empat nama baru ke DPP PKS. Mereka adalah Sekda DKI Jakarta Saefullah, Dewan Penasihat DPP Gerindra Arnes Lukman, Wakil Ketua Umum Gerindra Ferry J Yuliantoro, dan Ketua DPP Partai Gerindra Ariza Patria.

"Meskipun sebelumnya ada pernyataan dari Gerindra sudah menyerahkan nama PKS, tapi nyatanya Gerindra juga mengajukan perubahan nama. Dari satu sisi kelihatan ikhlas, tapi nyatanya mengajukan nama," kata Wakil Ketua DPRD F-PKS, Abdurrahman Suhaimi kepada wartawan, Senin (18/11/2019).

 Baca juga: Sekda DKI Ngaku Tidak Pernah Ditelepon Gerindra untuk Jadi Cawagub

Terkait usulan nama baru, kata dia, pihaknya akan kembali melakukan lobi politik untuk menyepakati siapa sosok yang diusulkan ke jajaran parlemen Kebon Sirih. Menurutnya kondisi ini sama saja Gerindra mengoreksi keikhlasannya sendiri.

"Jadi berarti Gerindra mengoreksi kembali keikhlasannya menyerahkan wagub ke PKS," ujarnya.

Suhaimi menilai ada dua kondisi yang mungkin terjadi. Yakni, antara terbelahnya pendapat soal hak wagub DKI, atau tetap satu suara. "Terbelah atau satu suara," kata dia.

 Baca juga: Gerindra Minta 2 Cawagub DKI dari PKS Dievaluasi

Sebelumnya, Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta, M. Taufik menilai dua nama cawagub DKI asal PKS, yaitu Agung Yulianto dan Akhmad Syaikhu harus segera dievaluasi. Sebab, keduanya dinilai sebagai penyebab mandeknya pembahasan calon pengganti Sandiaga Uno di DPRD DKI.

Ia menduga jajaran parlemen Kebon Sirih tak sreg dengan kedua calon itu, sehingga mereka ogah-ogahan untuk membahasnya.

"Kan barang ini ada di DPRD, makanya harus dievaluasi apakah orangnya atau apanya. Kalau enggak di evaluasi kan kita enggak tahu," kata Taufik di Gedung DPRD DKI, Jumat 15 November 2019.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini