nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bank DKI Dibobol Anggota Satpol PP, DPRD Minta Sistem Keamanannya Dievaluasi

Fadel Prayoga, Jurnalis · Selasa 19 November 2019 09:36 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 19 338 2131588 bank-dki-dibobol-anggota-satpol-pp-dprd-minta-sistem-keamanannya-dievaluasi-wzazS4012V.jpg Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, M Taufik. (Foto : Okezone.com/Fadel Prayoga)

JAKARTA – Sejumlah anggota Satpol PP DKI Jakarta diduga membobol Bank DKI dengan cara pengambilan uang di ATM Bersama, tapi saldonya tak berkurang. Nilai uang yang dibobol cukup fantastis yakni mencapai Rp32 miliar.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, M Taufik, mendesak sistem perbankan di Bank DKI dievaluasi menyeluruh. Menurut dia, keamanan perusahaan pelat merah itu amat lemah sehingga mudah dibobol.

"Saya sudah dengar kabar kalau Bank DKI dibobol. Ini tidak bisa didiamkan begitu saja. Harus ada evaluasi menyeluruh, terutama di tingkat manajemen Bank DKI," kata Taufik kepada wartawan, Selasa (19/11/2019).

Ilustrasi penarikan uang di ATM. (Ist)

Menurutnya, evaluasi itu wajib dilakukan agar bisa meyakinkan nasabah bahwa Bank DKI jauh dari persepsi rawan dibobol.

"Sistem perbankan ini harus dievaluasi. Saya yakin, Dirut Bank DKI baru punya visi besar. Apalagi, Bank DKI dipercaya mengelola dan menyimpan anggaran DKI hingga Rp80 triliun per tahun. Dalam lima tahun, putaran uang bank DKI bisa Rp400 triliun," ujarnya.

Ia menilai, kasus bobolnya uang di Bank DKI menunjukkan sistem perbankan di sana ada yang keliru. Dia menduga, pegawai Bank DKI turut bermain dalam aksi pembobolan uang di Bank DKI yang dilakukan oknum Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta.

"Soal bobol itu pasti ada kerjasama dengan orang dalam Bank DKI-nya. Makanya saya dorong agar ini diproses hukum setuntas-tuntasnya supaya nasabah tidak ragu," katanya.

Sebelumnya, Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Arifin mengatakan sebanyak 10 anggotanya sedang diperiksa Polda Metro Jaya untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Sedang diperiksa Polda Metro Jaya. Kita tunggu saja hasil pemeriksaannya seperti apa," kata Arifin kepada wartawan, kemarin.

Awal mula kasus itu terjadi, kata dia, mereka mengambil duit di ATM Bersama di kawasan Jakarta Barat, Timur, dan Selatan. Namun setelah mereka mengambil uang di mesin ATM, saldo yang tersimpan di tabungan Bank DKI malah tak berkurang.


Baca Juga : Anggotanya Disebut Bobol ATM Bank DKI Rp32 Miliar, Ini Kata Kasatpol PP

"Informasi yang saya dapatkan mereka mengambil uang di ATM Bersama. Bukan ATM Bank DKI. Uangnya keluar, namun saldonya tidak berkurang. Lalu dia ambil lagi," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini