nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tangkap Penjual Narkoba di Jagakarsa, Polisi Sita 882 Gram Ganja

Sarah Hutagaol, Jurnalis · Selasa 19 November 2019 13:24 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 19 338 2131709 tangkap-penjual-narkoba-di-jagakarsa-polisi-sita-882-gram-ganja-QJnpFrpory.jpg Ilustrasi (Shutterstock)

JAKARTA – Penjual narkoba diciduk Direktorat Narkotika Polres Metro Jakarta Selatan di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Senin dini hari, 18 November 2019, sekira pukul 02.00 WIB.

Kepada pihak kepolisian, RDH mengaku menjual narkoba dikarenakan kecanduan barang haram tersebut sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).

"Selain menjual narkotika jenis ganja, tersangka menggunakan narkoba jenis ganja sejak masih sekolah," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Bastoni Purnama berdasarkan keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (19/11/2019).

Lebih lanjut, polisi memantau RDH lantaran banyaknya laporan keresahan masyarakat yang takut tersangka menjajakan barang haram itu ke anak-anak sekitar.

"Disita 811 gram ganja kering dan 71 gram ganja kering dalam dua plastik berbeda," ujar Bastoni.

Ganja (Ist)

RDH mengaku mendapat narkoba dari seseorang yang sering dipanggil Pak Cik di sekitaran Parung, Bogor, pada 15 November 2019.

Usai membeli dari Pak Cik, RDH lantas menjualkan narkoba itu kepada orang lain. Berdasarkan keterangan tersangka, RDH sudah mendapatkan keuntungan Rp500 ribu dari tiga kali penjualan.

"Tersangka sudah membeli narkotika jenis ganja dari Pak Cik sebanyak tiga kali dengan total sebanyak satu kilo gram," ucap Bastoni.

Baca Juga : Pelajar yang Jadi Kurir Ganja 37 Kg Divonis 3 Tahun 3 Bulan

Saat ini polisi masih mendalami peran Pak Cik. Polisi juga sudah memasukkan Pak Cik dalam daftar pencarian orang (DPO).

Atas perbuatannya RDH dikenakan Pasal 114 Ayat 1 sub Pasal 111 Ayat 1 Undang-Undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana semur hidup atau paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun serta pidana denda paling banyak Rp1 miliar dan atau Rp10 miliar.

Baca Juga : Melawan Polisi, Bandar Ganja Asal Aceh Ditembak Mati di Jakarta Barat

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini