nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Psikolog Sebut Pelaku Penyiraman Air Keras di Jakbar Kecanduan Game hingga Miras

Sarah Hutagaol, Jurnalis · Selasa 19 November 2019 15:14 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 19 338 2131770 psikolog-sebut-pelaku-penyimraman-air-keras-di-jakbar-kecanduan-game-hingga-miras-lAX9p5h4K9.jpg Ilustrasi Penyiraman Air Keras (Foto : Metube)

JAKARTA - Psikolog Kasandra Putranto memeriksa tersangka kasus penyiraman air keras di Jakarta Barat, FY. Hasilnya, ia menyebut kalau pelaku kecanduan game pada gadget, minuman keras dan rokok.

Kasandra menyebut kalau kecanduan pada game erat kaitannya dengan bagaimana perilaku dari seseorang. Ia pun ungkap permainan yang sering dimainkan oleh tersangka adalah game perang.

"Nah, dengan demikian terbukti bahwa yang bersangkutan juga memang ada riwayat-riwayat agresifitas, yang kemudian diperkuat dengan adanya permainan game. Permainan game yang dipilih adalah permainan game perang atau konflik," ucap Kasandra di Polda Metro Jaya, Selasa (19/11/2019).

Ilustrasi Shutterstock

Selain itu, menurut Kasandra, hubungan pelaku dengan keluarga, khususnya orangtua memamg tidak begitu baik. Tersangka pun kurang mendapatkan perhatian dari sang ibu.

Lebih lanjut, Kasandra mengungkapkan pelaku penyiraman air keras melakukan aksinya dalam keadaan sadar. Dengan kata lain, tersangka tidak dalam keadaan tak waras atau gila.

"Yang jelas yang bersangkutan sadar, dan masih mampu menyadari perbuatanya," ungkapnya.

Baca Juga : Motif Pelaku Siram Air Keras ke Siswi karena Kurang Perhatian Kakaknya

Kendati demikian, dikarenakan pelaku sudah mengalami kecanduan dari hal-hal yang telah disebutkan, pelaku mengalami penurunan kapasitas mental. "Di mana dia suka lupa, kemudian tidak mau pikir panjang, berusaha untuk menyelesaikan persoalan-persoalannya dengan cara yang sederhana yang dia tidak pikirkan dampaknya, dan lain-lain," papar Kasandra.

Diberitakan sebelumnya, FY menyerang dua siswi SMP dengan menggunakan air keras. Aksi penyiraman air keras itu terjadi saat kedua korban pulang sekolah, Selasa, 5 November 2019.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini